Sir Alex Ferguson Ibaratkan Pemain Arsenal Seperti Bayi, Kok Bisa?
MANCHESTER, iNews.id – Pelatih legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson ibaratkan pemain Arsenal seperti bayi. Hal itu diceritakan mantan bek Setan Merah Rio Ferdinand.
Manchester United dan Arsenal adalah dua klub yang punya rivalitas tinggi. Duel raksasa Inggris ini selalu menghadirkan atmosfer panas baik itu antarpemain, pelatih hingga suporter.
Di awal 2000-an Arsenal dan Manchester United kerap bersaing untuk perebutan gelar juara Liga Inggris. Arsenal, di bawah tangan dingin Arsene Wenger kerap merepotkan Manchester United yang diasuh oleh Sir Alex Ferguson, begitupun sebaliknya.

Ferdinand mengenang masa-masa dirinya masih menjadi bek Manchester United. Ferdinand, yang bergabung dengan The Red Devils pada tahun 2002, sempat merasakan panasnya suhu pertandingan ketika melawan Arsenal.
Salah satunya adalah pertandingan yang sekarang dikenal dengan nama Battle of Old Trafford. Ketika itu, Manchester United menjamu Arsenal di Old Trafford pada 21 September 2003. Meski laga berakhir tanpa gol, beberapa pemain dari kedua tim mendapatkan hukuman karena bertengkar usai laga.
Ternyata, Ferdinand mengatakan ada peran Sir Alex Ferguson yang ikut memanaskan tensi menjelang pertandingan. Mantan Bek Timnas Inggris tersebut mengatakan, Sir Alex Ferguson selalu memanaskan para pemainnya dengan mengatakan para pemain Arsenal layaknya bayi.

“Sir Alex Ferguson biasa berkata, ‘hadapi mereka (Arsenal). Mereka tidak menyukainya, mereka tidak bisa menghadapinya. Mereka masih bayi’,” kisah Ferdinand dikutip dari Daily Mail, Jumat (23/9/2022).
“Rio, Anda akan mengalahkan mereka, Anda akan mengalahkan mereka. Langsung melawan mereka dan Anda akan memenangkan pertandingan ini’,” tambah Ferdinand menirukan instruksi pelatihnya kala itu.
Kini, aroma rivalitas antara Manchester United dan Arsenal tak sepanas dulu. Kedua tim itu masih belum bisa kembali bersaing untuk memperebutkan gelar Liga Inggris lagi mengingat ada Chelsea, Manchester City, dan Liverpool yang secara bergantian mendominasi kompetisi.
Editor: Reynaldi Hermawan