Sosok: Johan Cruyff Peletak Dasar Tiki-Taka Barcelona

Reynaldi Hermawan · Kamis, 30 April 2020 - 15:55:00 WIB
Sosok: Johan Cruyff Peletak Dasar Tiki-Taka Barcelona
Johan Cruyff Saat Masih Bermain bagi Barcelona (foto: Blaugrana)

BARCELONA, iNews.idJohan Cruyff merupakan salah satu pesepakbola hebat yang lahir di Belanda. Cruyff merupakan sosok penting yang meletakan dasar sepak bola menyerang cikal bakal tiki-taka. 

Tiki-taka merupakan adaptasi dari Total Football ciri khas De Oranje yang menitikberatkan permainan dengan penguasaan bola. Saat mengolah si kulit bundar, para pemain konstan bertukar posisi disertai aliran bola cepat sambil merangsek area pertahanan lawan. Filosofi bermain yang pernah melekat pada klub Barcelona. 

Semua cerita bermula ketika Cruyff diboyong El Barca dari Ajax Amsterdam pada 1973. Bersama pelatih Rinus Michels, dia bahu-membahu mengangkat performa klub Katalan yang tengah terpuruk saat itu. 

Di musim perdananya, Cruyff tampil cukup apik dengan membukukan 16 gol dari 26 pertandingan di liga. Hebatnya, dia langsung mempersembahkan gelar juara liga di kesempatan pertama berseragam Blaugrana. 

Dalam perjalanan menuju tangga juara, Barcelona sempat menghancurkan musuh bebuyutan Real Madrid dengan skor 5-0 di Santiago Bernabeu, 17 Februari 1974. Cruyff menyumbang satu gol pada laga itu.

Setelah pensiun, pria kelahiran Amsterdam 1947 itu kembali ke Barcelona pada 1988, kali ini dia memikul tanggung jawab sebagai pelatih. Dia menangani Pep Guardiola dan kawan-kawan dengan gaya sepak bola menyerang mirip Total Football

Strategi tersebut membuat Blaugrana berjaya dan berhasil meraih empat trofi La Liga dan satu Liga Champions (1991) dalam rentang 1988-1996. Itu merupakan kali pertama piala Barca meraih trofi Si Kuping Besar sepanjang sejarah klub. 

Pondasi permainan total football ala Cruyff kemudian dimodifikasi oleh anak didiknya, Pep Guardiola, yang resmi menangani Barca sebagai pelatih pada 2008-20112.

Dibawah asuhan Guardiola, Lionel Messi dan kawan-kawan terkenal punya cara main cantik, dimana seorang pemain dalam situasi membangun permainan bisa berperan sebagai pengoper dan pemantul bola dalam skema yang akrab dikenal sebagai tiki-taka.

Ilustrasi Permainan Tiki-Taka a`la Barcelona (foto: ist)
Ilustrasi Permainan Tiki-Taka a`la Barcelona (foto: ist)

Aliran bola cepat dari kaki ke kaki dengan pergerakan pemain yang terstruktur efektif memecah konsentrasi pemain lawan dalam melakukan marking, cara main inilah yang kemudian sukses mengantarkan Barca-nya Guardiola merengkuh 14 gelar juara baik domestik maupun internasional. 

Setelah Guardiola hengkang pada pertengahan 2012, sentuhan tiki-taka di Barca mulai pudar seiring bergabungnya beberapa pelatih antara lain Tito Vilanova, Luis Enrique, dan Ernesto Valverde. 

Kehadiran Quique Setien sebagai pelatih baru pada Januari lalu dinilai banyak orang bisa mengembalikan ciri khas permainan Barca, tiki-taka. Dari tiga pertandingan terakhir bersama mantan pelatih Real Betis itu Barca mencatatkan rataan penguasaan bola lebih dari 88 persen, dengan jumlah operan per laga mencapai lebih dari 250 passing

Dalam wawancara dengan Sports, Setien mengaku dirinya terinspirasi oleh sosok Johan Cruyff, termasuk dalam urusan taktik permainan.    

“Sampai saya melihat Barcelona era Cruyff, saya tidak terlalu memikirkan taktik. Saya hanya masuk ke lapangan dan bermain,” kata Setien kepada Sport.

“Menguasai bola, saya mulai melihat cara mereka bermain. Anda melihat aspek taktik dan mengapa itu terjadi. Anda menganalisa itu. Anda menyadari apa yang Anda suka dan mulai mendapat ide di kepala,” ujarnya.

Meskipun cara main Barca-nya Setien kerap dikritik karena minim mencetak gol, hanya mencetak 18 dari delapan laga, faktanya Los Blaugrana kini bisa memuncaki klasemen sementara La Liga Spanyol dengan keunggulan dua poin dari Real Madrid di posisi dua saat kompetisi dihentikan pada pekan ke-27 akibat pandemi virus corona. 

Pada 2016, Cruyff wafat di Barcelona pada usia 68 tahun akibat kanker paru-paru. Walau jasadnya sudah tiada, Cruyff akan terus dikenang pecinta sepak bola khususnya para fans Barcelona sebagai peletak dasar permainan menyerang sepak bola modern. 

Editor : Arif Budiwinarto

Bagikan Artikel: