Stamina dan Pengetahuan Pemain Timnas Disorot, Indra Sjafri: Itu PR PSSI

Reynaldi Hermawan ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 05:31 WIB
Stamina dan Pengetahuan Pemain Timnas Disorot, Indra Sjafri: Itu PR PSSI

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri. (Foto: PSSI)

JAKARTA, iNews.id – Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri menjawab kritikan beberapa pelatih yang menyoroti stamina dan pengetahuan penggawa Timnas Indonesia. Dia mengatakan hal itu akan menjadi perhatian khusus pihaknya di PSSI.

Keluhan stamina dilayangkan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong di awal kepelatihannya. Juru taktik asal Korea Selatan itu bahkan menyebut beberapa penggawa Garuda hanya kuat main selama 20 menit.

Sementara mantan pelatih Timnas Indonesia Luis Milla menyoroti pengetahuan sepak bola pemain Tanah Air. Dia menilai, Evan Dimas dan kawan-kawan kurang memahami dasar sepak bola karena minimnya pembinaan pemain usia muda.

“Yang dikatakan itu baik dari Coach Milla, Coach Shin mungkin ada benarnya. Itu akan menjadi pekerjaan rumah kami di PSSI,” kata Indra saat diwawancarai via live streaming oleh jurnalis iNews.id Abdul Haris di acara Tendangan Bebas Bung Ais, Kamis (14/5/2020).

“Saya punya cerita pernah ada pelatih dari Iran. Dia ke sini baru tiga hari dan sudah angkat bendera putih melatih Timnas. Untuk itu kami bertugas menyiapkan individu-individu pemain sampai ke top performanya. Bagus skill, bagus fisiknya, bagus kemampuan teknikal, kecerdasan serta mental. Setelah itu baru kita kasih peracik yang mumpuni,” ujarnya.

Mantan juru taktik Timnas U-16, U-19 dan U-23 itu juga mengingatkan kepada para pelatih untuk lebih berhati-hati mengeluhkan kekurangan amunisinya di hadapan media karena akan berdampak kepada mental pemain bersangkutan.

“Sebenarnya pelatih bebas-bebas saja, berkomentar. Presepsi pelatih berbeda. Pelatih punya pandangan sendiri-sendiri. Coach Bima (Sakti), Coach Fakhri (Husaini), Coach RD (Rahmad Darmawan), Coach Aji (Santoso) pasti tahu kelemahan pemain,” tuturnya.

“Tapi ada yang mereka ucapkan ke public, ada juga yang tidak. Kalau tidak bisa diperbaiki ya tidak usah diterima (tugas melatih). Saya selama menjadi pelatih Timnas tidak pernah mengeluh. Jadi silakan mencari pemain yang terbaik,” ucapnya.

PSSI memang sudah mulai memperhatikankan pembinaan pemain usia dini. Otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia itu mengadakan kompetisi usia muda yang bertajuk Elite Pro Academy.

Kemudian sejak 2019 silam, federasi yang diketuai Mochamad Iriawan itu bekerjasama dengan pihak swasta juga mengirimkan talenta muda ke luar negeri yang diberi nama Garuda Select.

Editor : Abdul Haris