Drone Akan Digunakan Bantu Deteksi Demam dan Batuk di Australia

Dini Listiyani ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 16:01 WIB
Drone Akan Digunakan Bantu Deteksi Demam dan Batuk di Australia

Drone (Foto: Digital Trends)

CANBERRA, iNews.id - Drone semakin diperlukan selama krisis virus corona (Covid-19). Pesawat tak berawak ini bukan hanya dijadikan sebagai alat pengawas tapi juga membantu mendeteksi penderita Covid-19.

Bulan lalu dilaporkan perusahaan drone komersial Draganfly menggunakan sensor termal dan teknologi smart computer vision agar mempermudah diagnosa potensial dari kejauhan. Cara ini bisa lebih efisien untuk mengambil pembacaan suhu dibanding metode sekarang yang menggunakan termometer infrared genggam.

Pada Kamis, 26 Maret 2020, Draganfly mengumumkan mereka telah dipilih dan menyetujui kesepakatan untuk mengerahkan pesawat penginderaan Covid-19 di Australia. Proyek ini telah memiliki anggaran awal sebesar 1,5 juta dolar AS.

Untuk diketahui, drone pandemi menggunakan teknologi onboard mereka untuk memonitor suhu terkait demam, jantung, dan tingkat pernapasan dari jarak jauh. Selain itu, drone juga mampu mendeteksi orang bersin dan batuk di keramaian atau tempat kelompok orang bekerja dan berkumpul.

"Teknologi itu sendiri tidak berubah pada bulan lalu. Tapi yang telah berubah adalah kemampuan kita untuk mulai berbicara tentang hal-hal spesifik di mana dan bagaimana itu dikembangkan serta kemampuannya," kata CEO Draganfly Cameron Chell yang dikutip dari Digital Trends, Jumat (27/3/2020).

Chell mencatat drone akan dikerahkan di berbagai hotspot. "Memasukkan teknologi ke daerah-daerah di mana deteksi paling banyak saat ini diperlukan adalah prioritas," ujarnya.

Sejauh ini belum diketahui kapan dron Draganfly akan terbang ke langit untuk tujuan ini. Namun, mengingat betapa mendesaknya situasi yang sekarang, semakin cepat dilakukan maka semakin baik.

Sementara itu, Chell mengatakan perusahaan telah menerima banyak pertanyaan lain mengenai drone pandemi. "Tampaknya setiap pasar dan industri yang terkena dampak pandemi ini memiliki minat pada tingkat tertentu," katanya.

Editor : Dini Listiyani