Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IDAI Ungkap Influenza A Cepat Bermutasi Bisa Picu Pandemi
Advertisement . Scroll to see content

5 Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak, dari Obesitas hingga Gangguan Mental

Kamis, 08 Oktober 2026 - 13:26:00 WIB
5 Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak, dari Obesitas hingga Gangguan Mental
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkap lima dampak penggunaan gawai dan media sosial berlebihan mulai dari obesitas hiangga gangguan mental. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

3. Risiko Kecanduan

Bahaya berikutnya adalah risiko adiksi atau kecanduan. Menurut Bernie, penggunaan gawai atau aktivitas digital yang dilakukan berulang kali dan memberikan rasa menyenangkan dapat memicu pelepasan neurotransmitter dopamin.

Kondisi tersebut dapat membuat anak semakin sulit melepaskan diri dari layar dan terus ingin mengulangi aktivitas yang sama.

"Karena screen time atau apa pun itu yang selalu dilakukan berulang-ulang dan sifatnya seperti menyenangkan ya, akhirnya ini yang disebut dengan dopamin, neurotransmitter dopaminnya ini yang keluar dan ini menyebabkan adiksi," katanya.

4. Cyberbullying

Pada anak usia sekolah dan remaja, penggunaan media sosial juga membawa risiko perundungan siber atau cyberbullying.

Interaksi di ruang digital dapat membuat anak terpapar berbagai bentuk perundungan yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis mereka.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut