Elon Musk Kaitkan Smartphone dengan Runtuhnya Masyarakat

Dini Listiyani ยท Sabtu, 11 Januari 2020 - 15:05 WIB
Elon Musk Kaitkan Smartphone dengan Runtuhnya Masyarakat

CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk (Foto: YouTube/ Tesla)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Elon Musk menerbitkan meme unik di akun Twitternya. Meme dari bos SpaceX itu mengaitkan smartphone dengan runtuhnya masyarakat.

Musk mempublikasikan meme yang mengingatkan optimisme saat orang membeli smartphone di 2009 dan berpikir, perangkat bisa melakukan apa saja. Gambar selanjutnya kemudian menampilkan kata, '2019. Menatap mimpi buruk persegi ini dan saksikan masyarakat runtuh secara real-time.'

Bersamaan dengan meme, Musk juga menuliskan caption yang mengatakan, 'phony.' Anda mungkin berpikir seorang pria yang menggunakan teknologi canggih yang menjadi kaya raya akan bersemangat mengenai masa depan yang cerah. Tapi Musk jelas bukan semacam itu.

Meme yang kaitkan smartphone dengan runtuhnya masyarakat (Foto: Twitter/ Elon Musk)
Meme yang kaitkan smartphone dengan runtuhnya masyarakat (Foto: Twitter/ Elon Musk)

 

Musk secara terang-terangan merasa takut komputer pintar ditakdirkan untuk menaklukkan Bumi dan memusnahkan umat manusia. Dia baru-baru ini mengeluarkan peringatan mengenai bahaya menyangkal ancaman super intelligence bagi spesies manusia.

Di Twitter Musk menanggapi tweet dari penulis Robert McFarlane, yang mengutip sebuah artikel di New York Times dan mengatakan dia ingin mengetahui apakah esensi dari penolakan iklim di antara orang-orang Amerika yang tidak percaya adalah keengganan untuk menerima ada sesuatu di dunia ini yang sangat kuat bisa mengesampingkan manusia.'

"Hal yang sama berlaku untuk penolakan super intelligence digital," jawab Musk. Subteks dari tweet Musk menunjukkan munculnya mesin adalah ancaman yang sebanding dengan bahaya perubahan iklim, sebagaimana diberitakan Metro, Sabtu (11/1/2020).

Ketakutan Musk dibagikan oleh banyak ahli, terutama Stephen Hawking. Namun, ketakutan Musk dipatahkan oleh beberapa miliarder teknologi dari Silicon Valley.


Editor : Dini Listiyani