Fitur Username WhatsApp Tidak Aman dan Rentan Penipuan? Meta Buka Suara!
Menurut laporan Meta pada Maret lalu, sindikat penipuan online menjadikan India sebagai salah satu negara yang paling sering menjadi sasaran, hanya berada di bawah Amerika Serikat.
Data pemerintah India juga menunjukkan jumlah kasus kejahatan siber melonjak drastis, dari sekitar 1 juta kasus pada 2022 menjadi hampir 2,3 juta kasus sepanjang 2024.
Dengan lebih dari 500 juta pengguna WhatsApp di India, para pakar menilai platform tersebut memang berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.
Wakil Presiden Riset Counterpoint Research, Neil Shah, menilai fitur username berpotensi mempercepat penyebaran informasi palsu. Menurutnya, pelaku kejahatan juga bisa memanfaatkan nama dan foto profil yang menyerupai orang lain untuk melakukan penipuan.
Menanggapi hal itu, Meta menyatakan akan melindungi username yang memiliki profil publik tinggi agar hanya bisa diklaim oleh pemilik sah. Perusahaan juga akan memblokir berbagai variasi nama yang dianggap terlalu mirip untuk mencegah praktik impersonasi.