Krisis Chip Global Bikin Harga Smartphone Meledak, Ubah Cara Konsumen Pilih Ponsel
JAKARTA, iNews.id - Kelangkaan chip memori global menjadi pemicu utama kenaikan harga smartphone. Produsen memori saat ini lebih banyak mengalokasikan produksi DRAM dan NAND untuk kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI) yang menawarkan keuntungan lebih tinggi dibanding pasar perangkat konsumen.
Akibatnya, biaya produksi smartphone meningkat. Produsen pun harus mencari jalan tengah antara mempertahankan harga tetap kompetitif dan menjaga spesifikasi perangkat agar tetap menarik bagi konsumen.
Perubahan ini membuat cara lama memilih ponsel mulai kehilangan relevansinya. Jika sebelumnya konsumen kerap membandingkan kapasitas RAM atau besarnya penyimpanan, kini faktor ketahanan penggunaan jangka panjang menjadi lebih penting.
Lembaga riset memperkirakan tekanan harga memori tidak akan mereda dalam waktu dekat. Pabrik memori baru diproyeksikan baru mencapai kapasitas produksi penuh pada 2027.
IDC juga memperkirakan tekanan harga memori masih berlanjut setidaknya hingga 2028. Bahkan sejumlah pelaku industri menilai ketidakseimbangan pasokan dan permintaan bisa berlangsung hingga melewati 2030.