Pandemi Covid-19, Penjualan Smartphone Global Turun di Q2 2020

Okezone · Rabu, 26 Agustus 2020 - 21:04 WIB
Pandemi Covid-19, Penjualan Smartphone Global Turun di Q2 2020

iPhone 11 (Foto: Apple)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 berimbas pada sejumlah industri, termasuk smartphone. Gara-gara virus corona yang melanda dunia, penjualan smartphone global turun sebanyak 20,4 persen.

Laporan terbaru dari Gartner memparkan, penjualan smartphone global turun 20,4 persen menjadi 295 juta pada Q2-2020. Penurunan smartphone global ini terjadi dua kali berturut-turut.

"Pembatasan perjalanan, penutupan ritel, dan pengeluaran yang lebih hati-hati untuk produk-produk yang tidak penting selama pandemi menyebabkan penurunan penjualan

ponsel pintar dua kali berturut-turut tahun ini," kata Direktur Riset Senior di Gartner Anshul Gupta yang dilansir dari Engadget.

Dari pabrikan telepon utama, hanya Apple yang keluar relatif tanpa cedera. Menurut Gartner, perusahaan tersebut menjual 38 juta iPhone pada Q2 2020, turun 0,4 persen dari tahun ke tahun.

Perusahaan mengatakan rilis terbaru dari iPhone SE, telah memperbaiki kondisi pasar di China membantu perusahaan. Selain itu, yang juga membantu Apple atau setidaknya tidak merugikannya adalah situasi di India.

Pasalnya, penjualan ponsel pintar di India mengalami penurunan 46 persen, Gartner mengatakan negara Asia Selatan itu mengalami penurunan terburuk dalam penjualan ponsel pintar di antara lima pasar ponsel teratas secara global.

Sebelum pandemi, India adalah salah satu dari sedikit tempat di mana penjualan ponsel pintar tumbuh secara global, tetapi negara itu menerapkan lockdown yang ketat untuk mengatasi virus corona. Meskipun Apple telah hadir di India sebelum pandemi, terutama di segmen premium, Apple tidak termasuk di antara lima produsen teratas.

Pada Q2-2019, Samsung dan empat perusahaan China yakni Xiaomi, Vivo, Realme dan Oppo, menjadi ponsel paling laris di India. Tiga dari perusahaan tersebut, Samsung, Xiaomi dan Oppo, juga muncul dalam daftar merek ponsel terbesar Gartner secara global, dan mereka adalah produsen yang sama yang mengalami penurunan paling tajam dalam penjualan ponsel mereka.

Samsung, mengalami tiga bulan terakhir yang sulit. Perusahaan Korea Selatan itu menjual sekitar 54 juta unit pada Q2-2020, turun 27,1 persen dari tahun ke tahun. Xiaomi dan Oppo juga tidak jauh lebih baik. Mereka melihat penjualan ponsel mereka turun masing-masing sebesar 21,5 persen dan 15,9 persen.

Bagi Huawei, kerugian Samsung adalah keuntungan perusahaan. Gartner mengatakan keduanya berada dalam "ikatan virtual" untuk posisi nomor satu. Firma riset Canalys baru-baru ini mengatakan Huawei mengirimkan lebih banyak ponsel daripada Samsung pada kuartal terakhir ini.

Editor : Dini Listiyani