Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenag Terbitkan Aturan Batasi Penggunaan HP di Sekolah, di Rumah Maksimal 2 Jam
Advertisement . Scroll to see content

Sering Pegang HP Pakai Jari Kelingking? Dokter Ungkap Risikonya Bikin Jari Berubah Bentuk

Minggu, 20 September 2026 - 03:28:00 WIB
Sering Pegang HP Pakai Jari Kelingking? Dokter Ungkap Risikonya Bikin Jari Berubah Bentuk
Kebiasaan memegang ponsel dengan menopang bobot perangkat menggunakan satu jari kelingking di bagian bawah dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan tangan.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan memegang ponsel dengan menopang bobot perangkat menggunakan satu jari kelingking di bagian bawah ternyata dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan tangan. Jika dilakukan terus-menerus, tekanan berulang pada sendi kelingking berpotensi menyebabkan nyeri, kekakuan hingga perubahan bentuk jari.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, menyoroti kebiasaan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dia mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan posisi tangan ketika menggunakan ponsel dalam durasi panjang.

"Hayo ngaku, pas lagi pegang handphone pasti jari kelingking kamu posisinya di bawah buat nahan beban HP. Hati-hati, kebiasaan sepele ini bisa bikin bentuk jari kamu bisa berubah secara permanen," ujar dr Aditya, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Dia menjelaskan, fenomena tekanan pada jari akibat kebiasaan menopang ponsel tersebut kerap disebut sebagai smartphone pinky syndrome. Namun, istilah itu belum merupakan diagnosis medis resmi tersendiri.

Meski demikian, dampak fisik akibat tekanan mekanis yang dilakukan berulang kali tetap perlu diperhatikan. Bobot ponsel yang terus bertumpu pada satu titik di area sendi kelingking dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada sendi dan jaringan lunak di sekitarnya.

"Selain itu, kalau kita bicara anatomi, sendi interphalangeal kelingking ini bisa mengalami peradangan akibat repetitive strain injury yang memicu nyeri dan kekakuan. Bahkan dalam jangka panjang, tekanan berlebih pada jalur saraf ulnaris itu juga bisa memicu sensasi kesemutan atau kebas di area jari manis dan kelingking," kata dia.

Cara Mencegah Cedera akibat Kebiasaan Pegang HP

Meski begitu, bukan berarti masyarakat harus berhenti menggunakan ponsel. Menurut dr Aditya, risiko tersebut dapat diminimalkan dengan mengubah kebiasaan saat memegang dan menggunakan perangkat.

Salah satunya dengan menggunakan kedua tangan saat mengetik maupun menggulir layar. Cara ini dapat membantu mengurangi beban yang hanya bertumpu pada satu jari.

"Trus gimana solusinya, Dok? Apakah harus lepas HP sama sekali, enggak main 24 jam? Ya enggak juga. Kamu bisa mulai mengubah cara pegang dengan menggunakan kedua tangan saat mengetik atau pas scrolling. Dan ini juga handphone masih aman, tetap masih bisa scroll," kata dia.

Selain itu, penggunaan aksesori seperti phone grip atau popsocket juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menopang perangkat sehingga beban tidak hanya bertumpu pada jari kelingking.

"Atau misalnya juga pakai aksesori penopang seperti phone grip atau popsocket supaya beban HP terbagi rata ke seluruh telapak tangan," kata dia.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memberikan waktu istirahat bagi tangan. Peregangan secara berkala dapat dilakukan untuk membantu menjaga kelenturan otot dan mengurangi kekakuan akibat penggunaan gadget dalam waktu lama.

"Dan yang paling penting, jangan lupa untuk mengistirahatkan tangan. Bisa juga lakukan stretching misalnya setiap 20 atau 30 menit sekali. Jadi ibaratnya jangan sampai 3 jam, 4 jam terus-terusan scroll dan pegang handphone, itu bahaya," kata dr Aditya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut