Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Guru Diduga Lecehkan Siswi di Jaktim, Pramono: Tindak Tegas Tak Ada Kompromi!
Advertisement . Scroll to see content

98 Persen Guru Ingin YouTube Masuk Materi Pembelajaran

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:14:00 WIB
98 Persen Guru Ingin YouTube Masuk Materi Pembelajaran
Survei 98 persen guru di Indonesia ingin mengintegrasikan konten YouTube ke dalam materi pembelajaran mereka.  (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Dikenal sebagai platform hiburan, YouTube mengungkapkan perannya sebagai media pembelajaran di Indonesia. Mayoritas guru diklaim menaruh harapan besar pada platform digital tersebut untuk membantu proses belajar-mengajar di sekolah.

Kepala Hubungan Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Tenggara, Danny Ardianto, mengungkapkan 98 persen guru di Indonesia ingin mengintegrasikan konten YouTube ke dalam materi pembelajaran mereka. Menurutnya, YouTube saat ini telah berevolusi menjadi platform yang mampu memberikan dampak positif, khususnya di dunia pendidikan.

“Sebagai contoh, YouTube ada survei dengan guru di Indonesia, 96 persen guru di Indonesia ingin mengintegrasikan konten YouTube ke dalam materi pembelajaran mereka,” ujar Danny dalam sambutannya pada acara Bijak Cerdas Berdigital dan Ber AI yang diselenggarakan oleh Google dan YouTube di Kemenko PMK, Selasa (10/2/2026).

Danny menambahkan, dari 92 persen guru tersebut, sebanyak 83 persen guru menilai YouTube sangat membantu dalam konsep pembelajaran di sekolah. Dengan begitu, materi pelajaran dinilai lebih mudah dipahami oleh para siswa.

“Dan 82 persen guru tersebut merasa YouTube sangat membantu dalam menyederhanakan konsep-konsep yang paling sulit sekalipun agar mudah dipahami siswa sendiri melengkapi pembelajaran yang ada di sekolah,” kata dia.

Menurut Danny, peran YouTube dalam dunia pendidikan juga diperkuat dengan hadirnya banyak education creator yang mengemas materi pembelajaran secara menarik dan selaras dengan kurikulum yang berlaku. Dia menilai, keberadaan kreator edukasi ini bukan sekadar menghadirkan konten, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Bersama-sama mereka meningkatkan akses pendidikan berkualitas, memastikan setiap anak baik di pelosok desa maupun di kota metropolitan seperti Jakarta agar memiliki kursi baris ke depan di ruang kelas global,” kata Danny.

Dia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab YouTube sebagai platform digital dalam membangun ekosistem digital yang ramah anak sekaligus mendukung pembangunan karakter generasi muda Indonesia.

“Oleh karena itu, kita melindungi anak-anak di dalam dunia digital dan bukan dari ruang dunia digital. Hari ini kita memperkuat tanggung jawab tersebut untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang mendorong ruang tumbuh kembang anak dan pembangunan karakter generasi muda,” ujarnya.

Danny juga menyebut, komitmen tersebut mendapat dukungan penuh dari Google melalui berbagai fitur produktivitas dan pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Google mulai dari perangkat yang digunakan sehari-hari dari search engine kemudian tools produktivitas dan pembelajaran seperti Google Classroom, termasuk AI,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut