Bahaya Gunakan Aplikasi Ilegal, Bisa Berisi Malware

Intan Rakhmayanti Dewi ยท Jumat, 05 Maret 2021 - 14:07:00 WIB
Bahaya Gunakan Aplikasi Ilegal, Bisa Berisi Malware
Bahaya Gunakan Aplikasi Ilegal, Bisa Berisi Malware (Foto: Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Aplikasi semacam TikTok Cash dan Vtube disebut menyedot data pribadi penggunanya. Pasalnya, kedua aplikasi tersebut tidak diunduh lewat toko resmi.

"Platform aplikasi ini tidak tersedia di Google Play secara resmi, tapi masyarakat masih banyak yang mengunduh aplikasi yang dibagikan dari alamat yang tidak terpercaya," ujar pakar keamanan siber Pratama Persadha melalui pesan singkat.

Menurut penuturan Pratama, bukan tak mungkin aplikasi tersebut berisi malware yang bisa menyadap dan mengambil alih perangkat yang mengunduhnya.Jadi, untuk mengurangi hadirnya platform-platform yang sama, serta untuk mengurangi korban penipuan di tanah air, jelas dibutuhkan edukasi dalam berintenet sejak dini.

Dia memberikan contoh, misalnya edukasi berinternet masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Sebab, tanpa edukasi dini, Indonesia akan menjadi sasaran empuk kejahatan penipun.

"Karena penipuan saat ini juga semakin canggih," tuturnya.

Vtube dan TikTokCash sendiri belakangan banyak diperbincangkan karena dianggap ilegal dan akhirnya ditutup oleh pihak berwenang. Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan tindakan pemblokiran TikTok Cash apda pertengahan Februari lalu.

Pemblokiran  tersebut sesuai dengan permintaan resmi dari OJK yang berkaitan dengan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin. Selain itu, aplikasi TikTok Cash merupakan transaksi elektronik yang melanggar hukum.

Selain TikTok Cash, masyarakat juga sempat dihebohkan dengan kemunculan VTube, yang menawarkan imbalan poin bagi anggotanya setelah menonton iklan di platform tersebut. Poin yang diperoleh itu dapat ditukar dengan uang tunai.

Sebelumnya, OJK juga telah meminta Kominfo untuk memblokir situs dan aplikasi VTube yang bernaung di bawah PT Future View Tech, karena terindikasi sebagai skema money game.

Editor : Dini Listiyani