Gemini Makin Fasih Berbahasa Lokal, 84 Persen Pengguna Berinteraksi dengan Bahasa Indonesia
Tak hanya mampu memahami bahasa, Gemini juga dinilai unggul dalam menangkap konteks budaya dan nuansa percakapan masyarakat Asia Tenggara. Berdasarkan evaluasi Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM), Gemini menjadi large language model (LLM) dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa di kawasan tersebut.
"Adopsi AI terjadi ketika teknologi terasa alami, bukan sekadar hasil terjemahan. Di kawasan yang kaya akan keberagaman bahasa seperti Asia Tenggara, model AI harus mampu memahami konteks lokal secara mendalam agar dapat digunakan secara efektif," kata Head of Partnerships, Strategy and Growth (AI Products) AI Singapore, Mark Pereira.
Dia mengatakan pencapaian Gemini dalam evaluasi SEA-HELM menunjukkan kemampuan AI menavigasi kompleksitas bahasa dan budaya Asia Tenggara. Menurutnya, hal itu membuktikan identitas bahasa dan budaya kawasan kini menjadi bagian penting dalam perkembangan AI global.
Laporan tersebut juga mengungkap perubahan perilaku pengguna AI. Sebanyak 75 persen permintaan kepada Gemini berasal dari perangkat seluler, sementara lebih dari 40 persen interaksi dilakukan menggunakan masukan multimodal, seperti foto, video, dan suara. Sekitar 10 persen interaksi lainnya memanfaatkan fitur suara seperti Gemini Live.
Di Indonesia, penggunaan Gemini melalui smartphone bahkan lebih dominan. Sebanyak 82 persen prompt berasal dari perangkat seluler dan satu dari dua perintah telah menggunakan masukan multimodal, bukan hanya teks.