Intip Tantangan Keamanan Siber di 2021
JAKARTA, iNews.id - Serangan siber meningkat selama pandemi Covid-19 2020. Selain penggunaan internet dan transaksi online tinggi, faktor pendorong lainnya adalah sistem bekerja dari rumah atau WFH.
Pasalnya, perangkat pribadi pekerja kerap kali tidak dibekali sistem keamanan yang tinggi dibandingkan komputer di kantor. Hal tersebut pun menurut Plt. Kepala Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) BSSN akan menjadi tantangan keamanan siber di 2021. Seperti diketahui masih belum diketahui pasti kapan kondisi pandemi akan selesai.
"Pertama terkait dengan isu keamanan penggunaan perangkat pribadi menjadi salah satu tantangan bagaimana organisasi bisa mengatasi permasalah ini," tutur Adi dalam Webinar terkait keamanan siber di YouTube.
Adi menambahkan, pekerja remote juga akan tetap menjadi target utama serangan siber di tahun ini. Dia juga menilai serangan Malware akan meningkat.
"Penyerang melihat adanya peluang dimana punya target menggunakan komputer pribadi tanpa keamanan yang cukup. Mereka melihat ada celah yang dapat dieksploitasi," ujarnya.
Terakhir, lanjut Adi data pengguna akan tetap menjadi komoditi yang paling diincar. Hal tersebut menjadi tantangan untuk penyedia layanan untuk meningkatkan sistem keamanannya.
"Kecendrungan ini akan meningkat ,bagaimana penyelenggara sistem elektronik harus terus bisa memaknai ini untuk pengamanan data. Sehingga data tidak diamankan saja saat ditransmisikan tetapi juga saat disimpan harus diamankan sehingga ketika ada kebocoran syukur-syukur terenkripsi sehingga tidak bisa diekspos oleh peretas," katanya.
Sebelumnya Adi mengungkapkan anomali trafik yang dideteksi oleh pihaknya menunjukkan hasil yang mencengangkan pada 2020. Di mana serangan siber meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun 2019 yakni mencapai angka 495.337.202 di tahun tersebut. Adapun beberapa serangan siber yang paling sering ditemukan yakni malware dan trojan.
Editor: Dini Listiyani