Jakarta Terapkan PSBB, GoRide dan GrabBike Tidak Bisa Diorder

Dini Listiyani ยท Jumat, 10 April 2020 - 10:41 WIB
Jakarta Terapkan PSBB, GoRide dan GrabBike Tidak Bisa Diorder

Layanan ojek online hilang (Foto: inews.id)

JAKARTA, iNews.id - DKI Jakarta mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus penyebaran virus corona (Covid-19). Saat PSBB dimulai, ojek online dilarang untuk mengangkut penumpang.

Meski tidak boleh mengankut penumpang, tapi ojek online masih diperbolehkan untuk mengantar barang. Aturan tersebut tertuang di Permenkes No 9 Tahun 2020.

Berdasarkan pantauan iNews.id pagi ini, ada pengguna yang melihat fitur Goride hilang dari aplikasi. Sementara ada juga pengguna yang masih melihat fitur tersebut.

Hanya saja bagi pengguna yang masih melihat fitur tersebut tetap tidak akan bisa menggunakannya. Saat memencet tombol layanan ojek online  pengguna hanya akan diberikan pilihan pemesanan via GoCar atau GoBluebird untuk Gojek.

GoRide tidak bisa diorder (Foto: Screenshot)
GoRide tidak bisa diorder (Foto: Screenshot)

Sedangkan untuk pengguna Grab, pengguna akan diarahkan ke GrabCar dan GrabCar XL. Jadi, pengguna tidak bisa memesan layanan ojek untuk mengantar penumpang. 

Menanggapi hal tersebut, Gojek pun angkat bicara. Mereka mematuhi keputusan pemerintah DKI Jakarta terkait penerapan PSBB dan langkah tersebut dapat mencegah penyebaran Covid-19.

"Larangan ojek online membawa penumpang selama penerapan PSBB pada 10 - 23 April berdampak pada berhentinya sementara salah satu layanan yang disediakan oleh mitra driver Gojek di Jabodetabek, yaitu layanan transportasi roda dua GoRide," kata Chief of Corporate Affair Gojek Nila Marita dalam keterangan kepada iNews.id.

Senada dengan Gojek, Grab juga memutuskan untuk menghentikan sementara layanan GrabBike di DKI Jakarta untuk mendukung PSBB. Layanan GrabBike masih dapat melayani penumpang di kota-kota sekitar DKI Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi, serta kota-kota lainnya di Indonesia.

Diberitakan sebelumnya, usulan PSBB untuk wilayah DKI Jakarta yang diajukan Gubernur Anies Baswedan diteken Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan pada Senin, 6 April 2020.

Kepala Bidang Media dan Opini Publik Kemenkes Busroni mengatakan, persetujuan itu didapat setelah sebelumnya Menkes Terawan sempat meminta Anies untuk melengkapi data dan dokumen pendukung.

Editor : Dini Listiyani