Jangan Sepelekan Kebiasaan Scroll Media Sosial, Otak Bisa Overstimulasi
JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan menggulir layar ponsel dan membuka media sosial secara terus-menerus ternyata tidak selalu memberikan hiburan. Jika dilakukan tanpa batas, paparan informasi yang datang silih berganti dapat membuat otak menerima rangsangan secara berlebihan atau mengalami overstimulasi.
Kondisi ini patut diperhatikan, terutama bagi orang yang merasa semakin lelah, jenuh, atau cemas setelah menghabiskan banyak waktu di media sosial. Alih-alih membuat pikiran rileks, aktivitas scroll tanpa henti justru dapat berkontribusi terhadap kelelahan mental.
Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata menjelaskan media sosial dapat memicu overstimulasi yang berdampak pada kondisi psikologis seseorang. Paparan berbagai informasi secara terus-menerus membuat seseorang sulit mendapatkan waktu untuk benar-benar beristirahat dari rangsangan digital.
“Media sosial memang bisa memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental. Durasi detoks yang optimal bervariasi antar penelitian, namun sebagian menyebutkan durasi satu sampai dua minggu,” ujar dr Adam, dikutip Senin (10/8/2026).
Salah satu masalah dari kebiasaan menggunakan media sosial secara berlebihan adalah paparan notifikasi yang tidak pernah berhenti. Dorongan untuk terus memeriksa pesan, melihat unggahan terbaru, atau mengikuti berbagai informasi dapat membuat seseorang sulit melepaskan diri dari layar.