Jangan Sepelekan Kebiasaan Scroll Media Sosial, Otak Bisa Overstimulasi
“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detoks media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” katanya.
Agar proses detoks tidak sekadar mengganti waktu scrolling dengan aktivitas digital lainnya, waktu luang dapat dialihkan ke kegiatan offline. Aktivitas fisik dan interaksi langsung dengan orang lain dapat menjadi pilihan untuk mengembalikan keseimbangan rutinitas.
“Untuk manfaat yang lebih optimal, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan aktivitas offline seperti olahraga, interaksi tatap muka, dan istirahat,” ujarnya.
Memberikan jeda, seseorang dapat kembali memiliki waktu tanpa paparan notifikasi dan arus informasi yang terus bergerak. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu mengevaluasi kembali penggunaan media sosial agar aktivitas digital tidak mengganggu waktu istirahat dan keseharian.
Editor: Dani M Dahwilani