Komdigi Akui Ada Bahaya Tersembunyi di Balik AI, Intai Data Publik!
Nezar menegaskan regulasi harus adaptif-cukup kokoh untuk melindungi masyarakat, tetapi cukup lincah untuk mendorong eksperimen dan pertumbuhan teknologi.
Menurut dia, keseimbangan antara perlindungan dan inovasi menjadi kunci. Apalagi jika konsentrasi data hanya dikuasai segelintir pihak, kedaulatan digital Indonesia bisa terancam.
Menariknya, Nezar menyebut tantangan terbesar bukan pada teknologinya. Masalah utama justru terletak pada manusia dan proses pengelolaan datanya.
Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, pembicaraan soal kedaulatan digital hanya akan menjadi slogan. Penguatan sumber daya manusia dan standar manajemen data—melibatkan sektor publik dan privat—menjadi langkah mendesak agar dataset yang dipakai benar-benar bersih, relevan, dan representatif.
"Problem dalam pemanfaatan teknologi terbaru ini bukan di teknologi yang terbesar, tapi pada people dan juga process. Tanpa talenta yang kompeten di bidang data dan AI, saya kira kedaulatan yang kita bicarakan hanya menjadi retorika saja," tegasnya.
Editor: Muhammad Sukardi