Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Otak Lebih Tajam dan Terlindung dari Penurunan Kognitif, Cukup Lakukan Olahraga Ringan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Main Game Lebih dari 5 Jam Seminggu, Ini Dampaknya bagi Otak

Jumat, 18 September 2026 - 08:19:00 WIB
Main Game Lebih dari 5 Jam Seminggu, Ini Dampaknya bagi Otak
Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan performa kognitif antara kelompok yang rutin bermain game dan kelompok yang tidak rutin. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bermain game lebih dari 5 jam dalam seminggu dikaitkan dengan performa kognitif yang lebih muda hingga 13,7 tahun dibandingkan orang yang tidak rutin bermain game. Temuan ini berdasarkan riset yang mengamati sekitar 2.000 partisipan dari berbagai negara.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, membagikan temuan tersebut melalui unggahan di akun Instagram-nya. Dia mengutip penelitian berjudul Characterizing the Cognitive and Mental Health Benefits of Exercise and Video Game Playing yang disusun Sydni G Paleczny, Conor J Wild, Alex Xue, Roger Highfield, dan Adrian M Owen.

Penelitian tersebut mengamati kebiasaan bermain game para partisipan dan membandingkannya dengan kemampuan kognitif mereka.

"Penelitian ini merekrut 2,000 orang dari berbagai negara, kemudian dilihat kebiasaan bermain game-nya, lalu dibandingkan kemampuan kognitif otaknya," tulis dr Adam, dikutip Jumat(17/9/2026).

Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan performa kognitif antara kelompok yang rutin bermain game dan kelompok yang tidak rutin. Mereka yang bermain game lebih dari 5 jam per minggu memiliki performa kognitif yang diperkirakan 13,7 tahun lebih muda dibandingkan kelompok non-gamer.

Sementara itu, partisipan yang bermain game kurang dari 5 jam per minggu memiliki kemampuan kognitif yang diperkirakan 5 tahun lebih muda dibandingkan kelompok yang tidak rutin bermain game.

Menurut dr. Adam, sejumlah fungsi kognitif yang dikaitkan dengan temuan tersebut meliputi memori jangka pendek, kemampuan penalaran, kemampuan verbal, hingga kecepatan memproses informasi.

"Kemampuan kognitif otak yang menjadi awet muda pada orang yang rutin main game meliputi memori jangka pendek, kemampuan penalaran, kemampuan verbal, kecepatan memproses informasi," katanya.

Meski demikian, dr Adam mengingatkan temuan tersebut tidak bisa diartikan sebagai bukti bahwa bermain game secara langsung menyebabkan kemampuan kognitif menjadi lebih muda.

"Tapi ingat, penelitian ini baru asosiasi ya levelnya, bukan sebab akibat. Masih mungkin ada faktor lain yang berpengaruh ke kemampuan kognitif, selain rutinitas main game," ujarnya.

Bermain game dapat dikaitkan dengan performa sejumlah fungsi kognitif, tetapi temuan tersebut belum membuktikan hubungan sebab-akibat. Menjaga kesehatan otak tetap perlu dilakukan melalui pola hidup sehat secara menyeluruh.
[08.18, 18/9/2026] Dani: Bahaya Minum Kopi dan Teh Terlalu Panas, Dokter Ingatkan Risiko Kanker Kerongkongan

Minum kopi dan teh dalam kondisi terlalu panas ternyata berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut