Masih Tertinggal dari Negara Lain, Kapasitas Digital di Indonesia Baru 20 Persen
JAKARTA, iNews.id - Perusahaan Indonesia baru mencapai sekitar 20 persen dari kapasitas digital. Ini masih dapat dioptimalkan dan perlu mengejar ketertinggalan dengan negara-negara Asia lain.
Ini diungkapkan Electronic Data with Senses (Edsen). Edwin Budiman, founder sekaligus CEO Edsen Consulting memaparkan terdapat empat pilar dalam membantu akselerasi transformasi digital di perusahaan.
Pilar pertama Business technology, mengenai solusi integrasi mobile, yang akan memberikan pandangan menyeluruh kepada perusahaan dalam integrase teknologi.
Pilar kedua Business application, yang akan membantu meng-enable berbagai fungsi di perusahaan, seperti CRM, ERP dan sebagainya. Ketiga pilar Business Analytics, yang memungkinkan perusahaan menganalisis insight lebih cepat dan tepat.
"Terakhir dan paling banyak dicari adalah pilar Business planning dan execution, yang berfungsi memonitor dan mengevaluasi performa bisnis secara holistik, yang mampu secara lincah beradaptasi dan menyesuaikan berbagai perubahan," ujarnya dalam Edsen Business Senses Day 2023 di Jakarta, Selasa (14/3/2023).
Dia menyebutkan keempat pilar ini sudah terbukti berhasil membantu banyak perusahaan dalam mengakselerasi kinerja bisnis. Sebagai contoh, salah satu perusahaan tambang berhasil melakukan peningkatan produktivitas kendaraan alat beratnya berkat implementasi teknologi performance management.
“Dalam perusahaan tambang, cost alat berat itu salah satu yang terbesar jadi perencanaan terhadap penggantian suku cadang menjadi hal krusial terhadap tingkat produktivitas perusahaan secara keseluruhan,” kata Edwin.
Dia meyakini transformasi digital akan mampu memacu daya saing dan mempersenjatai perusahaan-perusahaan di Indonesia, dalam memajukan perekonomian bangsa secara menyeluruh.
“Kami mengembangkan mobile microplanning yang mendukung business user perusahaan. Fungsi teknologi ini untuk menjalankan perencanaan dari sejak level mikro. Tools ini membantu trust management dalam perencanaan di level yang lebih detail secara harian,” ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani