Menkominfo Johnny Ungkap Strategi Indonesia Melindungi Data Warganya

Dini Listiyani ยท Selasa, 26 November 2019 - 18:08 WIB
Menkominfo Johnny Ungkap Strategi Indonesia Melindungi Data Warganya

Menkominfo Johnny hadiri event Internet Governance Forum 2019 di Berlin (Foto: Kominfo)

BERLIN, iNews.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menghadiri acara Internet Governance Forum 2019 di Berlin. Di depan forum panel diskusi, Menkominfo Johnny mengungkapkan strategi Indonesia melindungi data warganya.

Menkominfo Johnny menyampaikan Indonesia menempuh pendekatan yang merangkul berbagai pemangku kepentingan (multistakeholder) dalam strategi melindungi data semua warga negara. Pendekatan ini melibatkan kementerian, kepolisian nasional, perusahaan teknologi dan telekomunikasi, dan masyarakat sipil.

"Setidaknya ada dua praktik yang menunjukkan peran semua pemangku kepentingan. Pertama, pemerintah segera menyelesaikan Undang-Undang Data Pribadi, yang saat ini sedang dibahas di parlemen. UU data yang baru ini tidak hanya akan mengakui privasi data sebagai hak dasar setiap warga, tapi juga menjamin perlindungan data konsumen. Kedua, Indonesia telah meluncurkan gerakan literasi digital terbesar di Asia Tenggara. Gerakan yang diberi nama Siberkreasi ini adalah gerakan akar rumput yang multistakeholder, terdiri atas kalangan bisnis, komunitas, lembaga pemerintah, dan akademis," katanya dalam keterangan yang diterima iNews.id, Selasa (26/11/2019).

Peran dan tanggung jawab dalam pendekatan multistakeholder ini jelas yakni institusi pemerintah harus bertindak untuk melindungi warga negara, termasuk data pribadinya. Sementara itu, masyarakat sipil juga harus mendidik dirinya sendiri tentang hak privasi data.

Sedangkan sektor publik dan swasta dapat mengumpulkan data tapi harus melakukannya sesuai dengan koridor hukum. Menurut Johnny, prinsip-prinsip multistakeholder itu harus diikuti bila ingin memastikan perlindungan data ditegakkan di atas hadirnya inovasi dan teknologi baru.

Tahap awal artificial intelligence (AI), big data, dan internet of things sudah menunjukkan inovasi-inovasi tersebut di masa depan akan merevolusi kehidupan sehari-hari yang dikenal selama ini.

Di sisi lain, Menkominfo Johnny juga menyampaikan pembangunan infrastruktur besar-besaran, termasuk infrastruktur digital, telah menumbuhkan tantangan baru berupa aliran data dan ancaman keamanan data. Namun, pemanfaatan aliran data tersebut telah mendorong Indonesia sebagai negara digital yang lebih efisien dan produktif.

Panel diskusi sesi tata kelola data menghadirkan sepuluh pembicara dari berbagai kalangan, baik swasta, pemerintahan, maupun lembaga internasional. Pembicara tersebut mencakup Ulrik Vestergaard Knudsen (Deputy Secretary General, OECD), Leonid Todorov (General Manager APTLD), Martin Villig (Founder, Bolt) Theresa Swinehart (Senior Advisor to the President, ICANN), Monika Wiederhold (Chairwoman of the Managing Board, Amadeus Germany GmbH), Dirk Abendroth (CTO, Continental AG), Gregoire Kopp (Chief of Staff, OVH), Henri Verdier (Ambassador for Digital Affairs, Prancis), dan Carina Rollig (Founder and CTO, Webdata Solutions).


Editor : Dini Listiyani