Ransomware Masih Jadi Tren Kejahatan Siber, Ini Alasannya
JAKARTA, iNews.id - Ransomware merupakan salah satu jenis malware yang belakangan ini banyak menyerang pengguna internet dunia. Bahkan, kini ransomware sudah memiliki banyak ragam mulai dari WannaCry hingga Petya.
Ransomware memiliki sifat mengunci dokumen atau file pemiliknya dan meminta uang tebusan kepada pemilik file tersebut agar sang pemilik file bisa mengakses kembali file mereka. Biasanya, para hacker meminta uang tebusan itu dalam bentuk bitcoin.
Tren kejatan seperti ransomware ini rupanya masih menjadi nomor 1. Seramnya, program jahat yang satu ini menyasar transaksi keuangan atau finansial. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) M. Salahuddien beberapa waktu lalu kepada iNews.id.
"Tren kejahatan siber hingga sekarang nomor 1-nya masih ransomware, dan ia menyasar transaksi keuangan," katanya.
Dia menjelaskan, ransomware masih menjadi tren kejahatan siber saat itu karena tujuannya adalah uang. Di samping ransomware, tren kejahatan siber selanjutnya adalah penipuan.
"Yang kedua penipuan dengan modus e-mail nyasar, pengalihan nomor rekening untuk di transfer, biasanya menyasar perusahaan-perusahaan," jelasnya.