Robot Penjelajah Mars Menuju Tempat Sempurna untuk Berburu Kehidupan

Dini Listiyani ยท Jumat, 24 April 2020 - 20:07 WIB
Robot Penjelajah Mars Menuju Tempat Sempurna untuk Berburu Kehidupan

(Foto: BGR)

CALIFORNIA, iNews.id - Tanggal peluncuran misi Mars 2020 semakin dekat. Penelitian baru oleh ilmuwan di Stanford menunjukkan tempat pendaratan yang ditargetkan robot penjelajah Mars cocok untuk mencari tanda-tanda kehidupan. 

NASA memilih lokasi pendaratan robot penjelajah Mars di kawah Jezero. Pasalnya, kawah terletak di daerah sungai-sungai kuno mengalir, mengukir saluran, dan menyimpan endapan ke dalam lapisan. 

Lokasi pendaratan rover Mars 2020 sangat ideal untuk para ilmuwan yang berburu tanda-tanda kehidupan. Karena tempat menawarkan kesempatan untuk mempelajari materi yang ada di permukaan selama periode waktu yang lama. 

Para ilmuwan Stanford menggunakan gambar udara dari kawah Jezero dan daerah sekitarnya untuk membangun model bagaimana wilayah tersebut berkembang. Mereka menemukan endapan yang disimpan di dekat delta sungai yang mengering memiliki kemungkinan besar melestarikan tanda-tanda kehidupan kuno.

“Mungkin ada air untuk durasi yang signifikan di Mars dan lingkungan itu tentu saja layak huni bahkan jika itu sudah gersang. Kami menunjukkan sedimen diendapkan dengan cepat jika ada organik. Mereka akan terkubur dengan cepat,” kata pemimpin penulis Mathieu Lapotre dalam pernyataan yang dikutip dari BGR, Jumat (24/4/2020).

Paparan di permukaan dapat dengan mudah menghancurkan bukti kehidupan sebelum ditutupi lapisan sedimen dan diawetkan. Lapisan sedimen diyakini telah terbentuk dengan cepat. Tapi hanya saat kondisi tertentu ada di permukaan. 

Pembentukan aktif dari delta sungai mungkin hanya memakan waktu 20 hingga 40 tahun. Tapi, menurut para ilmuwan, formasi itu kemungkinan tidak berlanjut dan menyebar sepanjang 400.000 tahun. 

“Orang-orang semakin memikirkan fakta aliran di Mars mungkin tidak berkelanjutan dan ada saat-saat saat Anda memiliki aliran dan saat lain ketika kering. Ini adalah cara baru menempatkan kendala kuantitatif pada seberapa sering aliran mungkin terjadi di Mars,” ujarnya. 

 

Editor : Dini Listiyani