Saingi WhatsApp, Anak Muda Indonesia Bikin Aplikasi Chat Lebih Canggih ChatAja

Dani M Dahwilani ยท Senin, 17 Februari 2020 - 11:05 WIB
Saingi WhatsApp, Anak Muda Indonesia Bikin Aplikasi Chat Lebih Canggih ChatAja

Anak muda Indonesia menciptakan aplikasi chat yang lebih mudah digunakan dan canggih, bernama ChatAja. (Foto: ChatAja)

JAKARTA, iNews.id - Inovasi teknologi digital Indonesia tak kalah bersaing dengan pelaku global. Seperti yang dilakukan anak muda Indonesia ini, mereka menciptakan aplikasi chat yang lebih mudah digunakan dan canggih bernama ChatAja.

Tak kalah dengan aplikasi asing, seperti WhatsApp, Telegram, ChatAja memiliki banyak fitur unggulan yang menjadikan aktivitas bertukar pesan lebih seru. Sebagai contoh, fitur stiker di ChatAja lebih banyak pilihan tanpa harus download. Selain itu, terdapat fitur bot builder dan bot API yang dapat digunakan para developer mengembangkan chat bot sendiri di aplikasi ChatAja.

Official release aplikasi chat karya anak bangsa ini telah meluncur pada Februari 2020. Bagi pengguna bisa meng-update versi terbaru aplikasi ChatAja di Google Play Store untuk perangkat android atau Apple App Store di perangkat iPhone.

Kelebihan yang dimiliki aplikasi ChatAja versi official release, yaitu terdapat fitur official account yang berisi berbagai konten sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, seperti berita, mini games maupun konsultasi psikologi. Selain itu, terdapat fitur baru yaitu mention user yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam berkomunikasi jadi semakin seru.

CEO ChatAja Reza Akhmad Gandara (kiri) bersama Joseph Lee (tengah), founder & CEO Mojitok selaku penyedia sticker di aplikasi ChatAja dari Korea. (Foto: ChatAja)
CEO ChatAja Reza Akhmad Gandara (kiri) bersama Joseph Lee (tengah), founder & CEO Mojitok selaku penyedia sticker di aplikasi ChatAja dari Korea. (Foto: ChatAja)

 

CEO ChatAja Reza Akhmad Gandara menuturkan, membangun ChatAja terinspirasi dari kutipan almarhum BJ Habibie, kalau bukan bangsa ini yang membangun bangsanya, siapa lagi? Jangan harapkan orang lain datang membangun bangsa ini.

“Bagi saya aplikasi messenger adalah infrastruktur. Kita bisa melakukan apapun mulai dari komunikasi, kolaborasi, dan transaksi melalui aplikasi Messenger," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang dilansir iNews.id. Senin (17/2/2020).

"Kita tahu dan sadar aplikasi messenger yang pada umumnya digunakan masyarakat Indonesia dimiliki asing. Ini yang menurut saya miris, mau sampai kapan kita bergantung pada mereka. Saatnya Indonesia berdikari memiliki aplikasi messenger sendiri,” kata Reza.

Mengusung tagline 'Berani Mulai', Reza berharap dapat memberikan energi positif dan semangat untuk berani bersaing mewujudkan Indonesia lebih mandiri dan meningkatkan penggunaan produk dan layanan lokal. Selain itu, menggunakan ChatAja berarti ikut mendukung kemajuan teknologi karya anak bangsa.

Editor : Dani Dahwilani