Serangan Modifikasi Trojan Mobile Banking Alami Peningkatan

Dini Listiyani ยท Rabu, 29 Agustus 2018 - 14:10 WIB
Serangan Modifikasi Trojan Mobile Banking Alami Peningkatan

Serangan Modifikasi Trojan Mobile Banking Alami Peningkatan (foto: CNBC)

JAKARTA, iNews.id - Kejahatan tidak hanya terjadi di dunia nyata, tapi maya. Kini, trojan banking menambah daftar kejahatan maya di kuartal kedua (Q2) 2018.

Trojan Mobile Banking ialah satu satu jenis malware yang dirancang untuk mencuri uang langsung dari rekening bank para pengguna perangkat mobile. Malware ini biasanya berkedok sebagai aplikasi sah, sehingga menarik orang untuk memasangnya.

Setelah aplikasi perbankan diluncurkan, Trojan akan menampilkan antara muka dirinya dan menghalangi yang asli. Tepat di saat pengguna memasukkan informasi kredensial, malware akan langsung mencuri informasi dan data pengguna.

Menurut rilis terbaru Kaspersky Lab pada Q2 2018 yang diterima iNews.id, Rabu (29/8/2018), jumlah Trojan ini mengalami lonjakan hingga mencapai 61.045. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama sejarah pengamatan yang dilakukan Kaspersky Lab.

Kotribusi terbesar disebabkan oleh pembuat Trojan Hqwar dengan sekitar setengah dari modifikasi terbaru yang ditemukan berkaitan dengan jenis malware ini. Di posisi kedua ditempati Trojan Agent dengan sekitar 5.000 paket.

Para ahli Kaspersky Lab berpendapat, tingginya angka tersebut merupakan bagian dari tren global untuk pertumbuhan malware mobile. Jumlah keseluruhan instalasi malware juga meningkat lebih dari 421.000 dibandingkan kuartal sebelumnya.

“Lanskap ancaman yang terjadi di kuartal kedua tahun ini membuat kami memberikan perhatian lebih besar terhadap keamanan pengguna perangkat mobile. Dengan berkembangnya instalansi malware, terutama yang berhubungan dengan perbankan menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber terus melakukan pembaruan perangkat lunak berbahaya," kata pakar keamanan di Kaspersky Lab. Victor Chebyshev.

Pada Q2 2018, tiga negara teratas yang terkena malware mobile banking jenis apa pun ialah Amerika Serikat (0.79 persen), Rusia (0.7 persen), dan Polandia (0,7 persen). Rusia dan Amerika Serikat bertukar tempat dibandingkan dengan kuartal pertama 2018.

Sementara Polandia melompat dari peringkat sembilan ke posisi tiga. Untuk Indonesia, Trojan-Banker.AndroidOS terdeteksi sebanyak 218 kali di periode Januari hingga Juli 2018.

Editor : Dini Listiyani