Tekan Penyebaran Fake News, Twitter Sarankan Pengguna Baca Artikel Sebelum Sharing

Dini Listiyani ยท Kamis, 11 Juni 2020 - 08:02:00 WIB
Tekan Penyebaran Fake News, Twitter Sarankan Pengguna Baca Artikel Sebelum Sharing
Aplikasi Twitter (Foto: Unsplash)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Di era digital seperti sekarang ini menyebarkan berita palsu dan hoax cukup mudah berkat adanya media sosial (medsos). Guna mencegah penyebaran hoax, Twitter membuat sejumlah perubahan untuk sharing.

Di aplikasi Twitter Android, setiap kali pengguna me-retweet tweet yang berisi link ke artikel, mereka akan diminta membacanya terlebih dulu. Meskipun ini tidak akan menghentikan pengguna membagikan artikel yang belum mereka baca, tapi cara ini disinyalir bisa memberikan jeda sesaat.

Dikutip dari Ubergizmo, Kamis (11/6/2020), jeda ini akan memberikan pengguna pemikiran kritis dan penelitian sebelum menekan tombol retweet.

“Berbagi artikel dapat memicu percakapan, jadi Anda mungkin ingin membacanya sebelum men-tweet itu. Guna membantu mempromosikan diskusi yang diinformasikan, kami sedang menguji prompt baru di Android. Saat Anda me-retweet sebuah artikel yang belum dibuka di Twitter, kami mungkin bertanya apakah Anda ingin membukanya terlebih dulu,” bunyi tweet Twitter.

Apakah cara baru Twitter akan membantu mengurangi fake news atau tidak masih harus dilihat lebih lanjut. Untuk diketahui, prompt baru yang diusahakan Twitter bukan satu-satunya usaha yang dilakukan perusahaan berlogo burung biru.

Awal bulan lalu, Twitter memperkenalkan fitur yang mendorong pengguna merevisi atau mengedit tweet mereka sebelum mengunggahnya, terutama jika konten yang berisi bahasa yang dianggap berbahaya.

Twitter juga tidak sendirian dalam mencoba melawan fake news. Pasalnya, platform media sosial lainnya seperti Facebook telah melakukan upaya yang sama.

Editor : Dini Listiyani