Twitter Kembangkan Request Centang Biru untuk Netizen Biasa

Siska Permata Sari ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 19:46:00 WIB
Twitter Kembangkan Request Centang Biru untuk Netizen Biasa
Twitter kembangkan request centang biru untuk netizen biasa. (Foto: Mashable)

JAKARTA, iNews.id - Kabar gembira bagi pengguna media sosial Twitter yang menginginkan tanda centang biru atau verifikasi di akunnya. Sebab, sebentar lagi keinginan tersebut akan dikabulkan.

Kabarnya, perusahaan teknologi media sosial Twitter akan segera menerapkan fasilitas request verifikasi centang biru untuk pengguna biasa. Hal tersebut dibocorkan oleh pakar reverse-engineer aplikasi Jane Manchun Wong.

Dia menemukan bahwa Twitter berencana memberi pengguna cara untuk meminta verifikasi. Artinya, pengguna atau netizen biasa akan bisa meminta Twitter memberikan mereka tanda centang biru dan memverifikasi bahwa mereka adalah diri mereka sendiri.

“Twitter sedang mengerjakan ‘Permintaan Verifikasi’ (Aku bukan karyawan Twitter. Aku juga bukan dukungan teknis),” tulisnya di Twitter.

Kabar ini rupanya telah dikonfirmasi oleh Twitter pada Tech Crunch. Pihak Twitter mengatakan, rencananya adalah pembuatan pedoman yang masih belum diketahui untuk verifikasi pengguna nantinya. Demikian seperti dilansir dari Mashable, Selasa (9/6/2020).

Itu artinya jika fitur ini diluncurkan, pengguna biasa harus memiliki gagasan yang layak apakah mereka memenuhi syarat atau tidak sebelum mengirimkan permintaan verifikasi atau tanda centang biru.

Proses verifikasi telah memunculkan pro dan kontra selama bertahun-tahun. Sebelumnya, Twitter digunakan untuk memverifikasi siapa pun yang dirasa sebagai tokoh publik yang patut diperhatikan. Tetapi pada 2016, situs meluncurkan fitur permintaan verifiksi seperti fitur baru yang akan diluncurkan ini.

Kemudian pada 2017, setelah Twitter memberi tanda centang biru kepada supremasi kulit putih Jason Kessler, situs itu menyingkirkan fitur tersebut dan memperbaikinya.

Namun hingga kini, Twitter belum mengumumkan tanggal atau kapan tepatnya fitur ini diluncurkan.

Editor : Tuty Ocktaviany