Teknologi Makin Canggih, Waspadai Risiko Dalam Investasi Digital
"Kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi kecakapan menganalisis informasi, memahami risiko, dan mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab," ujarnya.
Sementara itu, survei yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut 45 persen responden mahasiswa Uhamka belum memiliki instrumen investasi. Sebanyak 15 persen mengaku sudah berinvestasi, sedangkan 40 persen lainnya berencana mulai berinvestasi.
Dari responden yang sudah berinvestasi di saham, futures, maupun aset digital, sebanyak 50 persen disebut memanfaatkan teknologi untuk membantu mitigasi risiko.
Survei tersebut juga mencatat alasan mahasiswa belum terjun ke investasi atau trading digital. Sebanyak 60 persen mengaku belum mengetahui peluang yang tersedia, 35 persen terkendala modal, dan 5 persen menilai trading tidak halal.
Temuan ini memperlihatkan perlunya edukasi yang tidak hanya mengenalkan berbagai instrumen investasi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan memeriksa legalitas penyedia layanan, memahami biaya, serta memperhitungkan kemungkinan kerugian.