Terungkap, Facebook Pernah Tertarik Beli Unity
MENLO PARK, iNews.id - Facebook mengakuisisi Oculus untuk menjadi pemain utama dalam virtual reality (VR). Tak lama setelah akusisi, Facebook ternyata juga berpikir untuk membeli Unity.
Sebuah buku berjudul 'The History of the Future' oleh Blake Harris memberikan gambaran mendalam soal pendirian Oculus dan kisah akuisisi senilai 3 miliar dolar AS oleh Facebook. Blake bekerja sama dengan tim PR Facebook pada hari-hari awal menulis buku.
Dilaporkan Ubergizmo, Sabtu (16/2/2019), Blake berhasil mendapatkan akses ke lebih dari 25.000 dokumen dari sumber yang mencakup hampir 2.500 kata e-mail oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg ke CEO Oculus Brenden Iribe, Sheryl Sandberg, dan para pemimpin utama Facebook lainnya mengenai mintanya mengakusisi Unity kurang dari setahun membeli Oculus.
"Dengan kekuatan kita sendiri, kita mungkin akan lebih baik membangun aplikasi dan platform services secara internal saat menggunakan akuisisi secara oportunis, dan kemudian memperoleh sebagian besar teknologi inti VR atau AR dan 3D di mana kita memiliki sedikit pengalaman. Inilah alasan saya mendukung untuk memperoleh Unity, berharap kita akan mengakuisisi perusahaan AR dalam beberapa tahun mendatang dan secara oportunis memperoleh tim aplikasi VR," tulis Zuckerberg dalam laporan Variety.
Zuckerberg menjelaskan potensi akuisisi Unity sebagai cara untuk memastikan supremasi Facebook di masa depan VR dan AR. Selain itu, akuisis juga bisa memastikan tidak ada perusahaan teknologi lain yang menghalangi mereka.
"Seiring waktu seseorang harus mengintegrasikan semua ekosistem komponen software dan hardware secara ketat, dan Unity berada pada level yang tepat untuk melakukannya bagi sebagian besar pengembang,"ujarnya.
Unity merupakan engine populer game yang digunakan di hampir setengah dari semua judul yang ada. Meskipun, Facebook belum mendapatkan Unity, raksasa jejaring sosial ini terus mendorong perangkat VR Oculusnya.
Pada akhir 2018, Facebook telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan pusat AR dan arcede di mall dan bioskop.
Editor: Dini Listiyani