Tips Memastikan Anak Miliki Pengalaman Online Positif Selama Pandemi Covid-19

Dini Listiyani ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 10:43 WIB
Tips Memastikan Anak Miliki Pengalaman Online Positif Selama Pandemi Covid-19

Tips memastikan anak miliki pengalaman online positif (Foto: Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 mengubah kehidupan virtual semua orang, termasuk anak-anak. Di masa seperti sekarang ternyata komunikasi di internet ternyata cukup diminati anak-anak.

Kaspersky merilis laporan soal minat anak terhadap minat anak di internet selama pandemi Covid-19. Minat yang cukup diminati secara signifikan oleh anak-anak di Indonesia selama periode Januari-Mei adalah komunikasi di internet.

Minat tersebut didasarkan pada data anonim yang dikumpulkan Kaspersky Security Network (KSN) dari pengguna Kaspersky Safe Kids di platform Windows dan macOS di Indonesia. Dari data tersebut dapat terlihat, media komunikasi di internet pada Januari mencapai 21, 94 persen, Februari 31,55 persen, Maret 27,59 persen, April 17,77 persen, dan Mei 22,74 persen.

Kategori media komunikasi di internet mencakup percakapan online dan situs web yang mempromosikan, mendistribusikan, dan mendukung aplikasi untuk bertukar pesan instan, forum dan blog, jejaring sosial, layanan kencan online, serta web mail. Perlu dicatat, saat mayoritas sekolah di Indonesia beralih ke online, komunikasi melalui platform media sosial juga digunakan untuk tujuan pendidikan.

"Pandemi saat ini menunjukkan, terdapat banyak peluang yang dimiliki oleh internet, yang juga memungkinkan kita untuk melanjutkan kehidupan serta pekerjaan dengan nyaman di rumah kita. Dengan sebanyak 91 persen dari pengguna internet di Indonesia adalah anak-anak, terutama berusia 15-19, sangat penting bagi orangtua untuk membimbing dengan serius, mulai dari usia muda, tentang bagaimana mereka dapat belajar, berkomunikasi, dan bersenang-senang di platform online dengan aman," kata General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky Yeo Siang Tiong.

Dalam kesempatan yang sama, Tiong juga memberikan contoh. Seorang anak yang menggunakan laptop kantor orangtuanya untuk mengunduh program yang mengandung malware dapat mengakibatkan hilangnya data pekerjaan konfidensial dan memungkinkan surel mereka dibajak untuk meluncurkan kampanye spam.

Oleh karena itu, anak-anak perlu diajarkan mengenai praktik kebersihan siber yang baik. Pasalnya, ancaman dunia maya yang dihadapi anak-anak dan organisasi semuanya saling terkait saat garis antara perusahaan dan keamanan rumah menjadi semakin kabur.

Guna memastikan anak memiliki pengalaman online positif selama pandemi, Kaspersky memiliki beberapa rekomendasi yang dapat dijalankan.
1. Tindakan keamanan yang paling penting adalah komunikasi terbuka dengan anak-anak Anda. Menjaga dialog yang konstan dengan anak akan membantu Anda memahami lebih baik apa yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka sehari-hari.
2. Mengajarkan anak untuk menghindari mengklik email dari sumber yang tidak diverifikasi.
3. Mengedukasi anak tentang penipuan online jika memungkinkan.
4. Tidak pernah ada kata terlalu muda untuk belajar. Jika anak Anda bisa menggunakan internet untuk menonton film atau mengunduh game, maka ajarkan mereka cara memerhatikan hal-hal seperti keaslian situs web dan ekstensi unduhan file,
5. Bergerak lebih dari sekadar memantau dan berdiskusi. Carilah waktu yang tepat untuk bermain game dengan anak-anak Anda. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan dengan mereka, tapi juga memungkinkan Anda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang dilakukan anak di waktu luang mereka.
6. Memasang solusi khusus seperti Kaspersky Total Security. Layanan ini mencakup Kaspersky Safe Kids, solusi yang memungkinkan untuk memantau, melihat, dan mecari aktivitas online anak-anak di berbagai perangkat tanpa melanggar ruang pribadi mereka. Solusi ini juga menawarkan saran dan rekomendasi yang bermanfaat tentang bagaimana membantu anak-anak berperilaku aman secara online.

Editor : Dini Listiyani