Waspada, Peneliti Temukan Metode Distribusi Malware Baru
JAKARTA, iNews.id - Peneliti keamanan siber HP Wolf Security memperingatkan adanya kampanye aktif yang mengirimkan berbagai jenis malware. Korban yang tidak menaruh curiga bakal jadi sasaran empuk para penjahat siber.
Dalam sebuah postingan blog, para peneliti menjelaskan bagaimana mereka menemukan aktor penjahat siber. Mereka membuat beberapa situs web yang salah ketik, meniru software populer seperti Audacity, Blender, atau GIMP.
Penjahat membayar berbagai jaringan iklan untuk menjalankannya, mempromosikan situs web palsu. Jadi, saat orang menelusuri program, mesin penelusuran akan menyajikan versi berbahaya dari website dengan tampilan yang mirip dengan aslinya.
Korban sulit menyadari perbedaan. Karena situs berbahay sudah dirancang agar terlihat hampir identik dengan yang lasi hingga detail terkecil. Contohnya, Audacity, situs tersebut akan dipalsukan dan disematkan file .exe berbahaya, menyamar sebagai penginstal program.
Penjahat memberi nama file berbahaya itu "audacity-win-x64.exe" dan berukuran lebih dari 300 MB. Jika pengguna tak berhati-hati dan memeriksa ulang URL website yang dikunjungi, mereka akan terjerumus sebagai korban.
Para penyerang mencoba menghindari menimbulkan kecurigaan. Tapi, mereka juga mencoba menghindari program antivirus. Para peneliti mengatakan, fitur pemindaian otomatis beberapa program antivirus tak memindai file berbahaya itu.
File-file yang dihosting di layanan penyimpanan cloud 4sync.com, kata para peneliti, menambahkan semua penginstal palsu dalam kampanye ini telah dihosting di sana. Hal ini mengisyaratkan mekanisme pertahanan yang baik mungkin memblokir akses ke layanan ini sepenuhnya.
Dalam kampanye baru, berbagai jenis malware didistribusikan. Para peneliti melihat kampanye terbesar menggunakan pendekatan pengiriman ini untuk menyebarkan trojan IcedID, tapi Vidar infostealer, BatLoader, dan Rhadamanthys Stealer.
Editor: Dini Listiyani