Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih
Advertisement . Scroll to see content

4 Astronot Berhasil Pulang ke Bumi, Gunakan Pesawat SpaceX Crew Dragon 

Jumat, 06 Mei 2022 - 14:06:00 WIB
4 Astronot Berhasil Pulang ke Bumi, Gunakan Pesawat SpaceX Crew Dragon 
4 Astronot Berhasil Pulang ke Bumi (Foto: SpaceX)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Empat astronot berhasil pulang ke Bumi dengan pesawat luar angkasa SpaceX Crew Dragon. Pendaratan ini mengakhiri masa tinggal mereka selama enam bulan di International Space Station (ISS). 

Setelah turun dari ISS, para kru terjun melalui atmosfer Bumi sebelum terjun ke bawah parasut di lepas pantai Florida. Di atas kapal Crew Dragon ada tiga astronot NASA — Tom Marshburn, Raja Chari, dan Kayla Barron — serta astronot Jerman Matthias Maurer dari Badan Antariksa Eropa. 

Para astronot, bagian dari misi yang disebut Crew-3, diluncurkan ke luar angkasa dengan Crew Dragon yang sama pada November. Sejak berlabuh dengan ISS, mereka telah tinggal dan bekerja di laboratorium yang mengorbit, melakukan eksperimen sains, dan memelihara stasiun melalui perjalanan luar angkasa.

Para astronot Kru-3 juga memiliki pengalaman tinggal yang cukup penting di luar angkasa. Tak lama setelah mereka tiba di ISS, Rusia menghancurkan salah satu satelitnya sendiri dengan rudal berbasis darat, menciptakan awan puing yang awalnya mengancam integritas stasiun luar angkasa, sebagaimana dikutip dari The Verge. 

Segera setelah penghancuran satelit, para astronot Crew-3 dan kosmonot Rusia di ISS harus berlindung di dalam pesawat ruang angkasa mereka jika puing-puing yang dihasilkan merusak stasiun ruang angkasa dan mereka harus segera melarikan diri. 

Beruntung bagi penghuni stasiun, puing-puing tidak membahayakan ISS, dan para kru dapat kembali ke jadwal kerja normal. Beberapa bulan setelah kejadian itu, Rusia kemudian menginvasi Ukraina, meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia di Bumi. Hal itu membuat banyak orang mempertanyakan stabilitas kemitraan ISS antara NASA dan perusahaan luar angkasa Rusia, Roscosmos, dan ada kekhawatiran bahwa operasi di stasiun luar angkasa mungkin terpengaruh. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut