Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bawang Bombai Selundupan Mengandung Bakteri, Mentan: Tak Ada Ampun!
Advertisement . Scroll to see content

Air di Stasiun Luar Angkasa Terkontaminasi Bakteri

Sabtu, 22 Februari 2020 - 10:18:00 WIB
Air di Stasiun Luar Angkasa Terkontaminasi Bakteri
Air di ISS terkontaminasi bakteri (Foto: NASA TV)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Air minum di International Space Station (ISS) telah didiami oleh dua spesies bakteri yang kuat. Tapi, analisis baru menunjukkan bakteri itu tidak berbahaya dibanding yang ditemui di Bumi.

Dispenser air di ISS awalnya dikirim pada 2009. Karena membawa air dari Bumi adalah proses yang mahal, para astronot menggunakan filter khusus untuk mendaur ulang air minum.

Air mengandung yodium, pembunuh bakteri, yang disaring sebelum diminum. Namun, setelah dispenser dipasang, sebuah analisis menemukan air terkontaminasi bakteri dari genus Burkholderia, sehingga memaksa astronot di stasiun luar angkasa beralih ke sistem air cadangan Rusia.

Dua spesies, kontaminan Burkholderia cepacia dan Burkholderia, kemungkinan berada di dispenser sebelum meroket dari Bumi. Tapi, mereka dapat bertahan dalam sistem di perjalanan ke luar angkasa dan selamat dari prosedur dekontaminasi.

Spesies ini dapat menjadi masalah bagi manusia dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti pasien dengan cystic fibrosis. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal akses terbuka PLOS One belum lama ini mengamati kedua spesies bakteri yang dikumpulkan dari sistem air minum di ISS antara 2010 hingga 2014.

Para peneliti memeriksa DNA dan karakteristik fisik kedua bug. Mereka menemukan 24 strain bakteri yang berbeda tapi sangat mirip. Hal ini mungkin berasal dari dua strain induk yang tumbuh dalam sistem ketika dispenser meninggalkan Bumi.

Peneliti juga menunjukkan kemampuan bakteri untuk memasuki sel-sel kekebalan manusia dan membelahnya terbuka tidak berbeda dari strain yang ditemukan di ISS dan Bumi. Kemudian, resistensi mereka terhadap antibiotik secara praktis tidak berubah.

Menariknya, kondisi di ISS membuat bakteri super mematikan atau lebih tahan terhadap antibiotik dari waktu ke waktu. Hanya ada sedikit alasan mengapa hal itu bisa terjadi.

Sistem air diatur untuk diganti dengan sistem baru setelah gagal dan akan menjalani metode dekontaminasi yang berbeda setelah pemasangan. Disinfektan lain seperti silver juga disarankan di sini. Para penulis mencatat mungkin ada nilai dalam menguji bagaimana yodium dan silver dibandingkan dalam proses disinfeksi.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut