Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lautan Besar Diprediksi Terkubur di Bulan Saturnus Death Star, Begini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Alasan di Balik Bulan Cincin Saturnus Punya Bentuk dan Warna Berbeda

Senin, 01 April 2019 - 06:05:00 WIB
Alasan di Balik Bulan Cincin Saturnus Punya Bentuk dan Warna Berbeda
Alasan di balik bulan cincin Saturnus punya bentuk dan warna berbeda (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

Melansir Live Science, Senin (1/4/2019), dengan menggunakan data dari enam instrumen dalam Cassini, para peneliti menganalisis bentuk, komposisi, struktur, dan lingkungan Bulan-Bulan ini.

"Misi ini tidak seharusnya terjadi. Cassini seharusnya hanya melihat Saturnus dan cincinya serta magnetosfernya selama finalnya. Tapi, kami perhatikan, pesawat mendekati Bulan cincin Saturnus dan kami berpendapat kami ingin melihatnya, jadi kami seperti busur di atas Cassini," kata Penulis utama studi baru dan seorang astronom planet di Jet Propulsion Laboratory NASA.

Para ilmuwan menemukan, penampilan Bulan cincin tersebut bergantung pada posisi mereka sehubungan dengan cincin itu.
Dengan Pan yang paling merah berada diposisi terdekat dan Epimetheus paling biru berada paling jauh menunjukkan, penampilan Bulan tergantung pada dua faktor yang bersaing.

Adapun dua faktor besaing itu mencakup kontaminasi material merah dari cincin utama yang bisa terdiri atas campuran besi dan senyawa organik, dan hujan partikel es atau uap air dari bulu vulkanik yang berasal dari Bulan Saturnus Encelandus.

Peneliti juga menemukan bulan-bulan ini memiliki kepadatan terendah. Hal ini menunjukkan, satelit alami berasal dari material cincin yang bertambah ke inti padat, terkadang dikumpulkan ke ekuator Bulan yang akan membantu menjelaskan bentuk bentuk flyby Pan dan Atlas.

"Cincin dan Bulan ini benar-benar jenis obyek yang sama. Cincin itu terbuat dari partikel-partikel kecil dan Bulan merupakan versi terbesar dari partikel-partikel ini. Bulan ini terus menumpuk partikel kecil, menjelaskan fitur seperti rok yang aneh di sekitar khatulistiwa mereka," kata Buratti.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut