Astronot Kehilangan Benda Penting saat Spacewalking, Apa Itu?

Dini Listiyani ยท Sabtu, 27 Juni 2020 - 14:04 WIB
Astronot Kehilangan Benda Penting saat Spacewalking, Apa Itu?

International Space Station (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Spacewalking astronot tidak mudah. Oleh karena itu, selama spacewalking ada banyak hal tak terduga bisa terjadi.

Belum lama ini astronot International Space Station (ISS) Chris Cassidy dan Robert Behnken melakukan spacewalk. Selam perjalanan, Cassidy kehilangan alat yang berguna bagi para astronot.

Cassidy kehilangan cermin yang melekat pada pergelangan tangan kirinya. Astronot menggunakan cermin ini karena visibilitas dari dalam helm baju luar angkasa tidak bagus.

Cermin membantu para astronot melihat sudut yang tidak mungkin terjadi. Cassidy kehilangan cerminnya saat spacewalk dimulai, sebagaimana dikutip dari BGR, Sabtu (27/6/2020).

Seperti yang dilaporkan CNN, cermin menjadi longgar tepat setelah Cassidy meninggalkan pintu palka. Di Bumi, cermin akan jatuh ke tanah dan dengan mudah diambil tapi beda cerita saat di luar angkasa.

Kabar buruknya, cermin itu menghilang. Tapi, kabar baiknya, cermin itu diyakini tidak menimbulkan risiko bagi stasiun luar angkasa atau perjalanan luar angkasa di masa depan.

Stasiun luar angkasa tetap berada di orbit karena pada dasarnya jatuh di sekitar Bumi pada kecepatan yang tepat. Di sisi lain, cermin kemungkinan tidak bergerak dengan kecepatan yang memungkinkannya tetap berada di orbit untuk waktu yang lama.

Sebaliknya, cermin kemungkinan akan jatuh kembali ke Bumi lebih cepat dibanding nanti, membanting ke atmosfer dan benar-benar hancur dalam prosesnya.

Hilangnya cermin tidak secara signifikan memengaruhi spacewalk itu sendiri. Dua astronot ISS itu masih dapat melakukan tugas yang ingin mereka atasi.

Lebih khusus lagi, ISS hanyalah satu dari serangkaian panjang di mana para astronot secara bertahap mengganti baterai nikel-hidrogen yang sudah lama. Seperti diketahui, stasiun luar angkasa membutuhkan baterai baru karena memiliki array panel surya yang membentang dari kedua sisi.

Memang benar, panel surya adalah sumber daya utama untuk stasiun luar angkasa. Tapi, pesawat luar angkasa menyelinap ke bayang-bayang Bumi berkali-kali setiap hari.

Selama masa itu, panel surya tidak lagi bermandikan sinar Matahari dan daya harus diambil dari baterai yang kemudian diisi ulang saat cahaya kembali.

Editor : Dini Listiyani