Roscosmos Akan Kirim Dua Turis ke Stasiun Luar Angkasa pada 2023

Dini Listiyani ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 16:15 WIB
Roscosmos Akan Kirim Dua Turis ke Stasiun Luar Angkasa pada 2023

International Space Station (Foto: NASA)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Perusahaan luar angkasa Rusia Roscosmos berencana mengirim dua turis yang membayar penerbangan ke International Space Station (ISS) pada 2023. Dua wisatawan akan pergi ke ISS menggunakan pesawat luar angkasa Soyuz.

Saat mereka di sana, salah satu wisatawan akan melakukan spacewalk dengan kosmonot Rusia berpengalaman. Untuk menerbangkan turis, Roscosmos bekerja sama dengan perusahaan AS Space Adventures, yang mengatur penerbangan luar angkasa untuk pelanggan kaya.

Perusahaan ini telah bekerja dengan Roscosmos sebelumnya untuk mengirim tujuh warga negara ke ISS pada delapan perjalanan Soyuz yang terpisah. Turis terakhir, co-founder Cirque du Soleil Guy Laliberté terbang ke ISS pada September 2009.

Setelah itu, Roscosmos sebagian besar menghentikan upaya pariwisata luar angkasa untuk astronot NASA ke dan dari stasiun luar angkasa. Saat Space Shuttle NASA pensiun pada 2011, Soyuz menjadi satu-satunya cara untuk membawa orang ke ISS.

Jadi prioritas diberikan kepada para astronot NASA dan mitra internasional yang terlibat dalam program International Space Station. NASA membayar sekitar 80 juta dolar AS per kursi untuk mendapatkan penumpang di Soyuz. Tapi sekarang, segalanya berubah.

SpaceX baru-baru ini meluncurkan dua astronot NASA ke ISS menggunakan kapsul Crew Dragon baru perusahaan. Sementara itu, Boeing juga mengembangkan kapsul awak baru yang disebut CST-100 Starliner yang pada akhirnya akan membawa astronot NASA ke dan dari ISS. Artinya, NASA tidak lagi sepenuhnya bergantung pada roket Soyuz Rusia.

Oleh karena itu, badan antariksa Rusia menjual sedikit kursi pada kendaraan antariksanya. Kini, tampaknya upaya pariwisata luar angkasa Roscosmos diambil kembali, sebagaimana dikutip dari The Verge, Jumat (26/6/2020).

Awal tahun lalu, Roscosmos mengatakan sedang bekerja dengan Space Adventures untuk menerbangkan dua wisatawan ke luar angkasa pada 2021. Pengumuman hari ini terpisah dari perjanjian tersebut.

Dari segelintir wisatawan yang telah pergi ke luar angkasa, tidak ada yang melakukan perjalanan luar angkasa sebelumnya. Spacewalking adalah proses yang cukup melelahkan yang membutuhkan pelatihan ekstensif di lapangan.

Tidak ada detail mengeani berapa biaya perjalanan ke luar angkasa. Lalu tidak diketahui juga pelatiha seperti apa yang harus dilakukan para turis dan yang mereka lakukan saat berada di luar angkasa.

Space Adventures mengatakan, kandidat yang diterima akan diminta menyelesaikan pelatihan khusus dan simulasi tambahan untuk persiapan. "Seorang warga negara yang menyelesaikan perjalanan luar angkasa akan menjadi langkah besar lain dalam penerbangan luar angkasa pribadi. Kami menghargai kesempatan untuk merayakann dua dekade wisata luar angkasa orbital dengan mitra Rusia kami, dengan membuka pengalaman pertama kalinya," kata Chairman dan CEO Space Adventures Eric Anderson.

Editor : Dini Listiyani