Berlian Luar Angkasa Misterius Lebih Keras dari Permata di Bumi, Kok Bisa?

Dini Listiyani · Kamis, 15 September 2022 - 07:26:00 WIB
Berlian Luar Angkasa Misterius Lebih Keras dari Permata di Bumi, Kok Bisa?
Berlian Luar Angkasa Misterius Lebih Keras dari Permata di Bumi (Foto: ANU)

JAKARTA, iNews.id - Berlian terbentuk dari tekanana kuat yang ditemukan di bagian dalam Bumi. Tapi sejumlah permata kokoh juga telah ditemukan di meteorit dari luar angkasa. 

Tim peneliti internasional mengatakan mereka telah menemukam kritasl terbesar hingga saat ini dari jenis berlian langka yang disebut lonsdaleite. Berlian memiliki struktur atom heksagonal yang tidak biasa. 

Berlian ditemukan di meteorit yang mungkin berasal dari planet kerdil yang mengalami tabrakan dahsyat dengan asteroid miliaran tahun lalu. "Studi ini membuktikan secara pasti lonsdaleite ada di alam," kata direktur RMIT Microscopy and Microanalysis Facility di Australia, Dougal McCulloch. 

Struktur heksagonal yang tidak biasa dari berlian bisa membuatnya lebih keras daripada kebanyakan berlian yang berasal dari Bumi. Lonsdaleite telah ditemukan dalam jenis meteorit tertentu, yang disebut ureilite, dan bahkan telah diproduksi di laboratorium dengan menembakkan cakram grafit ke dinding dengan kecepatan yang sebanding dengan asteroid yang menabrak planet.

Tim peneliti mengamati 18 ureilite, sebagian besar dari barat laut Afrika, dan satu ditemukan oleh profesor geologi Universitas Monash Andy Tomkins di Nullarbor, dataran luas dan gersang di Australia selatan. Berlian aneh itu ditemukan hanya dalam empat sampel, semuanya dari Afrika barat laut.

Tetapi detail bagaimana berlian super ini terbentuk di luar angkasa tetap agak misterius. McCulloch dan rekan menggunakan teknik mikroskop elektron canggih untuk melihat irisan dari meteorit dan berpikir mereka mungkin telah menemukan proses pembentukan baru untuk berlian lonsdaleite dan biasa.

Proses itu "seperti proses pengendapan uap kimia superkritis yang telah terjadi di batuan luar angkasa ini, mungkin di planet kerdil tak lama setelah tabrakan dahsyat," kata McCulloch.

Dalam bahasa awam, itu berarti berlian luar angkasa kemungkinan terbentuk oleh material berbasis karbon, berpotensi, di planet kerdil yang mengalami tekanan ekstrem setelah kecelakaan lalu lintas kosmik. 

Tim benar-benar berpikir hipotesis yang berlaku tentang berlian yang terbentuk selama tumbukan bisa salah - dan berlian mungkin terbentuk pada tekanan yang lebih rendah setelah kehancuran. Proses serupa digunakan di bawah lingkungan yang terkendali untuk menghasilkan bahan untuk logam tertentu, semikonduktor, dan produk lainnya.

Studi ini dipimpin oleh Tomkins dan diterbitkan Senin di Proceedings of the National Academy of Sciences. Tomkins mengatakan sampel berlian luar angkasa menyediakan proses baru bagi industri untuk mencoba meniru.

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda