Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Foto Bulan dengan Permukaan Berwarna Super Cantik, Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Bulan Ternyata Mengandung Banyak Logam

Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:07:00 WIB
Bulan Ternyata Mengandung Banyak Logam
Bulan mengandung banyak logam (Foto: NASA/GSFC/Arizona State University)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Di Bumi permukaannya ditutupi tanah, pasir, atau bebatuan. Sedangkan di Bulan, material yang menutupi permukaannya berbeda.

Penelitian baru dilakukan oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA. Berdasarkan pengamatan, orbiter NASA menunjukkan banyak logam di Bulan dibanding yang diperkiraan sebelumnya.

LRO adalah peralatan yang sangat luar biasa dan dilengkapi radar yang mengungkapkan sejumlah fitur geografis dan petunjuk mengenai apa yang ada di bawahnya. NASA mengatakan, bukti baru menunjukkan kadar besi dan titanium yang lebih tinggi dibanding yang didasari oleh para ilmuwan.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Earth and Planetary Science Letters, berfokus pada reading yang diambil dari pindaian kawah besar di permukaan Bulan. Kawah dampak ini memiliki kapasitas untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dibuat Bulan dan menawarkan informasi kepada para peneliti yang bisa mengisyaratkan asal-usulnya.

“Bukti substansial menunjuk ke Bulan sebagai produk dari tabrakan antara protoplanet seukuran Mars dan Bumi muda, terbentuk dari keruntuhan gravitasi sisa awan puing. Akibatnya, komposisi kimia curah Bulan sangat mirip dengan Bumi,” kata NASA sebagaimana dikutip dari Engadget, Sabtu (4/7/2020).

Namun, komposisi readings dari dalam kawah yang dalam menunjukkan permukaan menyembunyikan logamnya di bawah tanah. Menggunakan instrumen Mini-RF di LRO, tim mengukur kapasitas material untuk mengirimkan listrik yang juga merupakan pengukuran logam yang ada.

Tim menemukan kawah antara 3 mil hingga 12 mil lebarnya memiliki pengukuran yang konsisten. Tapi, kawah yang lebih kecil lebih metalik berdasarkan seberapa besar mereka.

Ini menunjukkan, setelah Anda menggali cukup dalam, metallicity Bulan relatif seragam, dan berpotensi jauh lebih seperti Bumi dibanding yang diperkirakan sebelumnya. Temuan ini dapat mendukung teori Bulan diciptakan setelah tabrakan antara Bumi muda dan benda yang jauh lebih besar seperti planet lain.

Dalam skenario seperti ini, diharapkan dapat melihat banyak materi mirip Bumi di perut Bulan. Tim berencana terus memindai kawah di berbagai daerah untuk melihat seberapa mirip mereka dan memberikan bukti tambahan guna mendukung atau menolak satu atau lebih teori pembentukan Bulan.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut