Data Parker Solar Probe Ungkap Hubungan Antara Lidah Api Matahari dan Radiasi

Dini Listiyani ยท Senin, 10 Februari 2020 - 19:01 WIB
Data Parker Solar Probe Ungkap Hubungan Antara Lidah Api Matahari dan Radiasi

Parker Solar Probe (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Parker Solar Probe milik NASA telah mengungkapkan informasi baru mengenai bintang Bumi. Probe menangkap gambar pertama dari atmosfer Matahari pada 2018 dan merekam angin di orbit kedua bintang pada 2019.

Kini, data penyelidikan Parker telah mengungkapkan bagaimana lidah api berkontribusi terhadap radiasi Matahari. Radiasi Matahari ini menyebabkan masalah untuk pesawat luar angkasa dan bahkan astronot.

Para ilmuwan tahu sinar Matahari diciptakan oleh pergerakan plasma di dalamnya. Mereka sering diikuti oleh pelepasan plasma yang disebut ejeksi massa korona.

Ejeksi massa korona dapat melepaskan radiasi dan juga materi ke luar angkasa dalam bentuk sinar kosmik. Sinar kosmik itu dapat mengganggu elektronik dan membahayakan tubuh manusia. Data Parket telah membantu menunjukkan bagaimana lidah api berkontribusi pada ejeksi massa korona ini.

"Kami mendapatkan beberapa pengamatan paling awal dari misi ini ke Matahari tentang ejeksi massa korona, pelepasan plasma dan energi Matahari, membangung partikel yang dilepaskan setelah peristiwa pembakaran Matahari," kata peneliti di Space Science Center University of New Hampshire dan Department of Astrophysical Sciences Princeton University Professor Nathan Schwadron.

Karena partikel-partikel energik dipercepat di dekat Matahari, kata Schwadron, mereka dapat mengamati awal proses energisasi dan melihat mereka benar-benar mulai menumpuk seperti salju di depan snowplow.

"Alih-alih snowplow sebenarnya, itu adalah ejeksi massa korona yang dilepaskan dari Matahari yang menyebabkan penumpukkan material ini di luar angkasa," katanya yang dikutip dari Digital Trends, Senin (10/2/2020).

Schwadron dan timnya melihat enam hari data mengenai daerah aktif di dekat khatulistiwa Matahari yang mengirim sinarnya, sehingga menyebabkan tumpukan partikel dipercepat berkontribusi pada ejeksi massa korona.

"Kami telah mengetahui partikel berenergi tinggi ini diberi energi di wilayah ini. Tapi, mata rantai yang hilang adalah bagaimana partikel menumpuk di bagian depan ejeksi massa korona. Partikel-partikel ini menjadi sangat berenergi sehingga mereka bergerak dengan kecepatan cahaya yang hampir sama. Lalu sebagai hasilya, dapat menimbulkan bahaya dalam bentuk radiasi berbahaya yang menyebabkan masalah kesehatan bagi para astronot dan merusak peralatan elektronik di luar angkasa," katanya.


Editor : Dini Listiyani