ESA Luncurkan Cheops, Misi Pertama untuk Mengeksplorasi Exoplanet

Dini Listiyani ยท Kamis, 19 Desember 2019 - 19:02 WIB
ESA Luncurkan Cheops, Misi Pertama untuk Mengeksplorasi Exoplanet

ESA meluncurkan Cheops. (Foto: Slashgear)

BERLIN, iNews.id - Badan Antariksa Eropa berhasil meluncurkan satelit Cheops. Satelit diluncurkan sebagai bagian dari misi untuk mengeksplorasi exoplanet.

Exoplanet adalah istilah yang digunakan untuk merujuk planet di luar tata surya. Ada miliaran planet semacam itu di luar sana dan buktinya ditemukan pada awal 1900-an.

Humanity menerima konfirmasi pertamanya tentang keberadaan exoplanet pada 1992, sesuatu yang telah menjadi bola salju bagi penemuan rutin exoplanet karena teknologi yang lebih modern.

Pada 18 Desember, Cheops diluncurkan oleh peluncur Soyuz-Fregat dari pelabuhan ESA yang terletak di French Guiana, Amerika Selatan. Kontrol misi di Spanyol menyatakan peluncuran berhasil.

Menurut Direktur ESA Gunther Hasinger, Cheops dirancang untuk membawa sains exoplanet ke tingkat yang baru. Lebih dari 4.000 exoplanet telah ditemukan menggunakan berbagai teknologi selama beberapa dekade terakhir.

Dengan Cheops, para pejabat ESA berharap bisa mengkarakterisasi planet-planet yang diketahui ini untuk mempelajari sifat kimia dan fisiknya, bagaimana mereka terbentuk, dan terdiri dari apa. Jadi, satelit tidak akan digunakan untuk menemukan exoplant baru.

Cheops akan menentukan ukuran ratusan exoplanet. Menggabungkan data dengan informasi yang sudah diketahui, para peneliti akan bisa menentukan jenis planet yang dihadapi, mulai dari raksasa gas hingga layak huni serupa bumi.

ESA menganggap Cheops sebagai misi S-class atau kecil. Artinya, tidak membutuhkan waktu lama untuk melanjutkan konseptualisasi misi ke peluncuran yang sebenarnya.


Editor : Tuty Ocktaviany