Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Misteri Ledakan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Jakarta Terjawab, BRIN Beberkan Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Fenomena Heliopause Ditemukan di Tepi Tata Surya, Apa Itu?

Senin, 31 Oktober 2022 - 20:20:00 WIB
Fenomena Heliopause Ditemukan di Tepi Tata Surya, Apa Itu?
Fenomena Heliopause Ditemukan di Tepi Tata Surya (Foto: NASA/JPL-Caltech)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ilmuwan telah menemukan sesuatu yang menakutkan di tepi Tata Surya. Para ilmuwan menyebutnya sebagai Heliopause.

Heliopause adalah fenomena, di mana batas antara heliosfer  dan medium antarbintang tampak beriak dan menciptakan sudut miring dengan cara yang tidak terduga. Konsep umum, Heliopause berubah bentuk bukan hal baru selama dekade terakhir. 

Dikutip dari Space.com, para ilmuwan telah mengumumkan fenomena itu memang tidak statis. Kendati demikian, Heliopause menjadi fenomena yang tetap menakutkan untuk dilihat. 

Bagaimana tidak menakutkan, angin Matahari dan medium antarbintang mendorong dan menarik satu sama lain sehingga menciptakan batas yang terus bergerak.

Ilmuwan mendapat temuan ini menggunakan data dari Voyager 1 dan Voyager 2, satu-satunya dua pesawat ruang angkasa yang keluar dari heliosfer sejauh ini, serta satelit Interstellar Boundary Explorer (IBEX) NASA.

Menurut fisikawan luar angkasa di Universitas Princeton, pesawat luar angkasa Voyager menyediakan satu-satunya pengukuran langsung dari lokasi.

Ilmuwan sudah memakai data untuk membuat model memprediksi bagaimana perubahan heliopause. Namun, penelitian baru tentang heliopause telah memunculkan data yang bertentangan dengan temuan sebelumnya.

Selama beberapa Bulan pada 2014, IBEX menangkap kecerahan ENA yang menunjukkan asimetri dalam heliopause, dan tim kemudian menyadari bahwa asimetri tersebut tidak sesuai dengan model.
 
Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy, para peneliti menyebut perbedaan ini menarik dan sangat kontroversial. Mereka berencana terus mempelajari Heliopause untuk mencari lebih banyak temuan.

Para ilmuwan akan terus memantau dari NASA Interstellar Mapping and Acceleration Probe.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut