Ilmuwan Selidiki Misteri Atmosfer Venus Berputar Lebih Cepat dari Planetnya
CALIFORNIA, iNews.id - Venus memiliki beberapa karakteristik aneh, salah satunya adalah atmosfernya. Atmosfer Venus rupanya berputar lebih cepat dibanding planet itu sendiri.
Sehari di Venus membutuhkan 243 hari Bumi. Tapi, atmosfer Venus berputar 60 kali lebih cepat dari ini, dengan bagian atas awan berputar-putar di sekitar planet hanya dalam 4 hari Bumi.
Anehnya, saat melihat lebih tinggi di atmosfer, rotasi menjadi lebih cepat. Fenomena ini disebut sebagai superrotation dan pertama kali ditemukan pada 1960-an.
Kendati demikian, para ilmuwan belum mengetahui penyebab atmosfer Venus lebih cepat. Kini, tim astronom dari Institute of Space and Astronautical Science Jepang telah menyelidiki misteri ini menggunakan data dari pesawat luar angkasa Akatsuki yang dikenal bernama Venus Climate Orbiter.
Diluncurkan pada 2010, Akatsuki seharusnya masuk ke orbit di sekitar Venus pada 2010. Tapi, orbiter memiliki masalah dan akhirnya mengorbit Matahari selama lima tahun.
Namun, pesawat berhasil memasuki orbit yang sangat elips di sekitar Venus pada 2015. Kemudian, sejak saat itu orbiter telah mengumpulkan data mengenai planet ini menggunakan kameranya, sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Senin (27/4/2020).
Akatsuki mengumpulkan gambar ultraviolet dan infrared. Inilah yang memungkinkan para ilmuwan melihat secara rinci perbedaan suhu di atmosfer antara khatulistiwa dan kutub. Kehangatan Matahari memanaskan siang hari di planet ini, sehingga menciptakan gelombang pasang atmosfer karena perbedaan suhu di antara sisi malam.
Gelombang panas ini mendorong atmosfer di sekitar Venus, membuatnya berputar dengan cepat. Tapi, efek ini lebih jelas pada garis lintang lebih tinggi dan di kutub.
Jadi, ada dua sistem yang bekerja di sini untuk memindahkan panas di sekitar planet Venus. Satu sistem sirkulasi mendorong panas dari khatulistiwa ke arah kutub, di samping super-rotasi yang membawa panas dari planet di siang ke malam hari.
Namun, temuan ini tidak hanya relevan dengan Venus. Mereka juga dapat digunakan untuk memahami exoplanet lainnya. “Studi kami dapat membantu lebih memahami sistem atmosfer di exoplanet yang satu sisi selalu menghadap pusat bintang,” kata ketua peneliti Takeshi Horinouchi dari Universitas Hokkaido.
Editor: Dini Listiyani