Kehidupan Sudah Ada di Bulan, Kemungkinan Berlindung di Relung Satelit Alami Bumi
JAKARTA, iNews.id - Kutub Selatan Bulan telah menjadi incaran para komunitas luar angkasa. Karena, NASA berencana mendaratkan misi luar angkasa Artemis di sana.
Sekarang, seorang ilmuwan NASA telah berbagi pandangan soal kehidupan di Bulan. Menurut laporan dari Insider, ilmuwan planet NASA Prabal Saxena mengatakan relung berpotensi layak huni dapat menyediakan tempat aman bagi kehidupan mikroba di lingkungan keras Bulan.
Bulan tidak seperti Bumi atau planet lain, mereka tidak memiliki banyak atmosfer. Dengan demikian, kehidupan sangat sulit bertahan di sana.
Kendati demikian, landscape yang tampak mati Bulan bisa menyembunyikan tanda-tanda kehidupan mikroba. Untuk waktu yang lama, Saxena menghabiskan waktunya mencari tanda-tanda kehidupan alien di luar tata surya.
Namun, dia baru-baru ini mulai bekerja dengan timnya mencari kehidupan yang lebih dekat dari Bumi. Saxena dan timnya mengatakan kehidupan mikroba yang mungkin berlindung di ceruk Bulan dikirim ke satelit Bulan dengan lander Bulan seperti Apollo.
Kutub Selatan Bulan diatur untuk menjadi bagian besar dari misi Artemis III, yang direncanakan para astronot untuk mendarat di dekatnya, tepatnya di salah satu dari 13 lokasi pendaratan potensial.
Tidak ada manusia yang pernah menginjakkan kaki di bagian Bulan ini. Namun, yang diketahui itu mengandung es, yang diyakini sebagian orang dapat digunakan untuk membuat air dan benda lain di Bulan, membantu mendorong kemungkinan pembangunan pangkalan bulan di sana.
Beberapa area es ini mungkin merupakan tempat berlindung yang aman bagi mikroba tersebut, karena radiasi matahari yang berbahaya tidak pernah mencapai zona tersebut.
Sekalipun kehidupan di Bulan belum ada, kehidupan mikroba kemungkinan besar akan menemukan pijakan yang kokoh saat umat manusia mulai berjalan-jalan di satelit bulan kita dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi.
Editor: Dini Listiyani