Kembali ke Bumi, Dua Astronot NASA Bikin Panggilan Iseng

Dini Listiyani · Jumat, 07 Agustus 2020 - 15:09 WIB
Kembali ke Bumi, Dua Astronot NASA Bikin Panggilan Iseng

Dua astronot NASA bikin panggilan iseng (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Astronot NASA Bob Behnken dan Doug Hurley telah kembali ke Bumi. Untuk merayakan kembalinya mereka, para astronot yang terombang-ambing di lautan memutuskan untuk bersenang-senang.

Para astronot memiliki akses ke telepon satelit saat mereka berada di kapsul yang berada di lautan. Karena tidak ada hal lain yang menyibukkan, mereka memutuskan untuk menelepon.

Hurley mengungkapkan, selama wawancara setelah pemulihan, dia dan sesama astronotnya melakukan beberapa panggilan dari laut. Mereka mengaku menikmati momen tersebut.

"Lima jam yang lalu, kami berada di pesawat luar angkasa, mondar-mandir, membuat panggilan telepon satelit ke siapa pun yang bisa kami hubungi," kata Hurley yang dikutip dari BGR, Jumat (7/8/2020).

Dua astronot menelepon direktur penerbangan misi yang tidak diragukan lagi merasa lega, pasangan tersebut telah kembali dengan selamat ke Bumi.

"Saya menerima salah satu panggilan ini di konsol direktur penerbangan. Ini dimulai dengan kalimat pembukaan seperti 'Hai, ini Doug dan Bob, dan kami berada di lautan," ujarnya.

Para astronot bahkan menelepon istri Bob Behnken, Megan McArthur, yang juga seorang astronot NASA. Lucunya, panggilan telepon satelit hampir tidak terjawab karena ditandai sebagai spam di telepon McArthur.

"Di ponsel saya tertulis 'Risiko Spam' Seneng juga akan menjawabnya," ujarnya.

Kini, para astronot kembali dengan selamat, dan Crew Dragon membuktikan nilainya. Jadi bisa dikatakan, NASA akan memiliki kesempatan untuk mensertifikasi sepenuhnya untuk digunakan di masa depan.

Artinya, NASA dapat menggunakan Crew Dragon untuk mengirim astronot dalam misi resmi dibanding penerbangan uji demo seperti yang telah terjadi selama ini.

Sebelumnya, NASA telah membayar kursi di atas roket Soyuz Rusia untuk mempertahankan kehadirannya di International Space Station (ISS). Itu bukanlah situasi yang ideal untuk program luar angkasa karena biayanya sangat mahal dan bergantung pada program luar angkasa negara lain.

Editor : Dini Listiyani