Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Warna Sperma Berubah Jadi Merah atau Cokelat, Dokter Ungkap Tanda Bahaya Kesuburan Pria
Advertisement . Scroll to see content

Kenapa Pria Selalu Pose Jempol saat Foto? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan terkait Otak

Senin, 27 Juli 2026 - 16:51:00 WIB
Kenapa Pria Selalu Pose Jempol saat Foto? Dokter Ungkap Fakta Mengejutkan terkait Otak
Kebiasaan pose jempol pria berkaitan dengan cara kerja otak dalam memilih gerakan yang paling mudah dan aman.  (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

Selain itu, pose jempol juga berkaitan dengan reward system atau sistem penghargaan di otak yang melibatkan hormon dopamin. Sejak kecil, banyak orang mengenal acungan jempol sebagai simbol "bagus", "oke", atau "setuju". Pengalaman yang berulang membuat gestur tersebut tersimpan sebagai memori bawah sadar.

"Gestur jempol itu sejak kecil diasosiasikan dengan 'oke', 'bagus', dan 'setuju'. Artinya, gestur ini terhubung dengan dopamin atau reward system. Jadi saat seseorang pakai gestur ini, secara tidak sadar dia sedang memberi sinyal, 'Oke, gue aman, santai, dan positif'," ucapnya.

Faktor berikutnya berkaitan dengan psikologi sosial dan konsep maskulinitas. Menurut dr. Aditya, banyak pria tidak terbiasa mengekspresikan diri melalui pose yang dianggap terlalu dramatis atau ekspresif saat berfoto.

"Banyak pria yang tidak terbiasa mengekspresikan diri lewat pose yang variatif atau ekspresif. Jadi dibandingkan gaya yang dianggap terlalu effort atau kurang maskulin, mereka pilih gestur yang paling simpel, tegas, dan nggak bikin ribet," katanya.

Dia menambahkan, tubuh manusia juga memiliki mekanisme alami saat menghadapi rasa canggung di depan kamera. Dalam kondisi tersebut, seseorang cenderung melakukan gerakan otomatis untuk membantu mengurangi ketegangan.

"Biasanya muncul gestur otomatis seperti jempol, tangan di saku, atau tangan dilipat. Ini disebut self-regulation gesture, yaitu cara tubuh mengurangi rasa canggung. Jadi kesimpulannya, itu adalah kombinasi dari kebiasaan sejak kecil, sistem reward otak, faktor sosial, dan respons saat canggung," ujarnya.

Penjelasan tersebut menunjukkan kebiasaan pria berpose dengan jempol bukan semata-mata karena kurang kreatif. Gestur yang terlihat sederhana itu merupakan hasil kombinasi cara kerja otak, pembentukan memori sejak kecil, norma sosial, serta respons alami tubuh ketika berada di depan kamera.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut