Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bagaimana Bisa Batu dari Mars Terlempar ke Bumi, Tempuh Jarak 225 Juta Km?
Advertisement . Scroll to see content

Koloni Manusia di Mars Diprediksi Berbeda dengan Bumi, Tengkorak Menyusut hingga Kulit Oranye

Senin, 31 Januari 2022 - 15:40:00 WIB
Koloni Manusia di Mars Diprediksi Berbeda dengan Bumi, Tengkorak Menyusut hingga Kulit Oranye
Koloni Manusia di Mars Diprediksi Berbeda dengan Bumi (Foto: NASA/Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

Pigmen ini ditemukan dalam hal-hal seperti wortel dan labu dan itulah yang membuatnya berwarna oranye. Karotenoid di kulit dan aliran darah manusia dapat membantu melindungi diri dari dampak radiasi yang berbahaya.

Solomon berpikir manusia dengan tingkat karotenoid tinggi akan lebih mungkin hidup cukup lama untuk bereproduksi. Di Bumi, melanin adalah pigmen kulit alami yang membantu melindungi kita dari sinar UV tetapi mungkin tidak cukup untuk melindungi manusia di Mars.

Mikroba di Bumi mengandalkan karotenoid untuk melindungi diri dari sinar UV yang berbahaya dan para peneliti sudah mencari tanda-tanda pigmen di Mars. Bukti itu bisa menunjukkan bahwa planet ini dapat mendukung kehidupan.

Tengkorak menyusut

Menurut Business Insider, kondisi keras di Mars dapat mengecilkan kerangka dan otot manusia. Astronot yang tinggal di International Space Station (ISS) telah mengalami tulang yang melemah.

Jika efek ini dapat terjadi pada astronot dalam waktu singkat, para ilmuwan berpikir hidup penuh waktu di luar angkasa dapat secara drastis mengubah cara kita dibangun. Tengkorak yang menyusut dapat menyebabkan kondisi neurologis. Tulang dan otot yang lemah dapat menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut