Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 28 Juta Orang Indonesia Punya Masalah Kejiwaan, Depresi hingga Anxiety!
Advertisement . Scroll to see content

Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!

Minggu, 09 Agustus 2026 - 19:50:00 WIB
Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!
Media sosial bisa picu depresi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idMedia sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital. Hampir setiap hari pengguna berhadapan dengan notifikasi, video pendek, foto, komentar, hingga berbagai informasi yang muncul tanpa henti di layar smartphone.

Di balik kemudahan tersebut, penggunaan media sosial juga dapat memberikan dampak terhadap kondisi psikologis. Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, mengungkap penggunaan media sosial dapat berkaitan dengan munculnya kecemasan atau anxiety hingga gejala depresi, terutama ketika pengguna sudah merasa lelah setiap kali membuka platform tersebut.

“Bagi kalian yang sedang merasa lelah setiap melihat media sosial, detoks media sosial bisa menurunkan gejala depresi, kecemasan, dan perbaikan kualitas hidup secara keseluruhan,” ungkap dr. Adam dalam utas di akun Threads miliknya, dikutip Minggu (9/8/2026).

Medsos Bisa Bikin Otak Overstimulasi

Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah banyaknya rangsangan yang diterima pengguna ketika berselancar di media sosial.

Dalam waktu singkat, pengguna dapat berpindah dari satu video ke video lain, membaca komentar, melihat foto, menerima notifikasi, hingga mengikuti berbagai informasi yang terus diperbarui.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut