Medsos Terbukti Bisa Memicu Anxiety hingga Depresi, Ini Penjelasannya!
Menurut dr. Adam, kondisi tersebut dapat memicu overstimulasi yang kemudian berkontribusi terhadap kecemasan dan kelelahan mental.
“Media sosial memang bisa memicu overstimulasi yang berujung pada kecemasan dan kelelahan mental,” jelasnya.
Kondisi ini semakin mudah terjadi ketika seseorang memiliki kebiasaan mengecek media sosial secara berulang. Bahkan ketika tidak ada notifikasi penting, pengguna tetap terdorong membuka aplikasi hanya untuk memastikan tidak ada informasi yang terlewat.
Persoalan penggunaan media sosial bukan hanya durasi seseorang menatap layar. Konten yang dikonsumsi juga dapat memengaruhi pengalaman pengguna.
Media sosial memungkinkan seseorang melihat kehidupan orang lain dalam jumlah besar. Unggahan mengenai pencapaian, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, hingga kehidupan pribadi dapat muncul secara bergantian di lini masa.