Misi NASA Akan Sebabkan Hujan Meteor Buatan Manusia Pertama
CALIFORNIA, iNews.id - Tes NASA mendatang terkait sistem pengalihan asteroid secara tak sengaja memicu hujan meteor buatan manusia pertama. Hasil potensi dari misi Double Asteroid Redirection Tes (DART) ditulis dalam penelitian yang diterbitkan di The Planetary Science Journal.
DART ditujukan untuk menguji kelayakan pesawat luar angkasa yang dapat menyelamatkan Bumi dari dampak asteroid dengan membantingnya sebelum mencapai planet. Misi ini akan mengirim pesawat luar angkasa yang bergerak cepat ke asteroid Didymos.
Asteroid adalah masalah besar. Suatu hari manusia akan bergantung pada pesawat luar angkasa seperti yang digunakan dalam misi DART untuk mendorong batuan luar angkasa yang besar dan mengancam dari jalur tabrakan dengan Bumi.
Namun, seperti yang dijelaskan penulis studi baru, dampak tabrakan asteroid dan pesawat luar angkasa mungacau puing-puing permukaan asteroid, sehingga menciptakan hujan meteor buatan di Bumi. Kabar baiknya, para peneliti mengatakan jumlah material yang terlempar ke luar angkasa relatif kecil.
Material tidak akan cukup menimbulkan masalah bagi manusia di Bumi. Tapi, itu bisa menjadi perhatian bagi pesawat luar angkasa yang tidak berawak atau berawak.
“Proyek DART juga dapat mewakili meteoroid yang dihasilkan manusia pertama yang mencapai Bumi dan merupakan uji kasus untuk aktivitas manusia pada asteroid dan akhirnya berkontribusi terhadap lingkungan meteorid dan risiko dampak pesawat luar angkasa. Studi ini menemukan sedikit materi yang dikeluarkan DART akan mencapai planet Bumi dan sebagian besar hanya setelah ribuan tahun. Tapi, beberapa bahan yang dikeluarkan pada kecepatan tertinggi dapat dikirim ke lintasan penyebaran Bumi segera meskipun pada fluks yang sangat besar.” kata para penulis yang dikutip dari BGR, Jumat (15/5/2020).
Sebagian besar puing-puing yang dihasilkan oleh pesawat luar angkasa DART akan tetap bersama asteroid berkat tarikan gravitasi. Sejumlah kecil puing-puing kemungkinan menuju Bumi dengan cepat.
Keseluruhan materi yang mencapai Bumi kemungkinan akan terbakar di atmosfer, sehingga menghasilkan cahaya yang diketahui berasal dari hujan meteor yang terjadi selama alami. Kendati demikian, NASA akan terus mengawasai bagaimana seluruh kisah ini terungkap.
Editor: Dini Listiyani