NASA Akan Luncurkan Misi Sentinel-6 pada November 2020

Dini Listiyani ยท Senin, 07 September 2020 - 14:13 WIB
NASA Akan Luncurkan Misi Sentinel-6 pada November 2020

NASA akan luncurkan misi Sentinel-6 pada November 2020 (Foto: Istimewa)

CALIFORNIA, iNews.id - NASA memiliki satelit baru yang akan diluncurkan November 2020. Satelit teranyar mereka dijuluki sebagai Sentinel-6 Michael Freilich.

Fokus utama satelit Michael Freilich adalah memantau kenaikan permukaan laut dengan sangat presisi. Instrumen lain di pesawat luar angkasa akan memberikan data atmosfer yang akan membantu meningkatkan prakiraan cuaca, melacak badai, dan memperbaiki model iklim.

NASA mengatakan, tujuan fundamental dengan Sentinel-6 adalah mengukur lautan tapi, ingin menambah nilai lebih pada misi tersebut. Badan antariksa Amerika Serikat itu menyatakan tidak setiap hari mereka bisa meluncurkan satelit dan mengumpulkan lebih banyak data yang berguna bagi lautan serta atmosfer adalah bonus.

Sentinel-6 adalah kolaborasi Amerika Serikat dan Eropa. Sentinel-6 adalah salah satu dari dua satelit yang menyusun misi Copernicus Sentinel-6/Jason-CS. Satelit kembar Sentinel-6 adalah Sentinel-6B, sebagaimana dikutip dari Slash Gears, Senin (7/9/2020).

Sentinel-6B akan diluncurkan pada 2005, mengambil alih dari Signal-6. Pesawat luar angkasa itu akan bergabung dengan rangkaian satelit TOPEX/Poseidon dan Jason yang telah mengumpulkan pengukuran permukaan laut yang tepat selama lebih dari 30 tahun.

Saat berada di orbit, Sentinel-6 akan mengumpulkan pengukuran permukaan laut hingga satu sentimeter untuk 90 persen lautan di dunia. Satelit juga akan melihat jauh ke dalam atmosfer bumi menggunakan Global Navigation Satellite System – Radio Occultation (GNSS-RO).

GNSS-RO melacak sinyal radio dari satelit navigasi untuk mengukur sifat fisik atmosfer. Satelit dapat melakukan ini karena saat sinyal radio melewati atmosfer, mereka melambat, frekuensinya berubah, dan jalurnya berbelok.

Ini disebut pembiasan dan efeknya dapat digunakan oleh para ilmuwan untuk mengukur perubahan kecil pada sifat atmosfer, termasuk kepadatan, suhu, dan kadar air. Nama satelit diambil dari nama mantan direktur Divisi Ilmu Bumi NASA Michael Freilich.

Editor : Dini Listiyani